
KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan arahan dalam Rapim TNI AL di Jakarta pada Rabu (11/2), salah satunya soal kedatangan kapal perang baru. (TNI AL)
JawaPos.com - TNI AL melaksanakan Rapat Pimpinan (Rapim) 2026 di Mabes TNI AL (Mabesal), Cilangkap, Jakarta Timur (Jaktim) pada Rabu (11/2), yang salah satunya membahas alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Dalam rapim tersebut turut dibahas mengenai fokus Angkatan Laut tahun ini adalah pengadaan alutsista, khususnya memperbanyak kapal-kapal buatan dalam negeri.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan bahwa dalam rapim yang membahas alutsista tersebut hadir 147 perwira tinggi (pati) TNI AL.
Baik yang bertugas di Jakarta maupun daerah lainnya. Mereka akan menjabarkan arahan dari Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, serta Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.
”Prioritas ke depan untuk TNI Angkatan Laut masih tetap di bidang alutsista. Karena Angkatan Laut itu ada karena ada kapal, kalau nggak ada kapal bukan Angkatan Laut namanya,” kata Ali kepada awak media.
Penambahan alutsista berupa kapal masih sangat diperlukan oleh TNI AL, mengingat luasnya wilayah perairan Indonesia yang perlu diawasi.
”Jadi, penambahan kapal akan tetap dilaksanakan. Penambahan kapal ini dilaksanakan di industri galangan dalam negeri maupun luar negeri,” lanjut Ali.
Khusus kapal buatan dalam negeri, Ali menyampaikan bahwa pihaknya concern memberikan dukungan kepada galangan-galangan lokal.
Tujuannya agar industri pertahanan (inhan) bidang perkapalan terus berkembang. Sehingga nantinya mereka semakin mandiri dan mampu memproduksi kapal dengan kualitas yang lebih baik.
”Untuk beberapa kapal yang kita bisa bangun di dalam negeri, kita bangun di dalam negeri. Dan untuk yang belum bisa kita bangun sendiri, kita bangun di luar negeri tapi ada kerja sama transfer of technology, transfer of knowledge, dan nantinya kedepan diharapkan semua bisa dibangun di dalam negeri,” terang Laksamana Ali.
Meski ada beberapa kapal yang belum bisa diproduksi oleh galangan dalam negeri, Ali optimistis ke depan akan semakin banyak kapal yang diproduksi oleh perusahaan lokal.
Untuk itu, pengadaan kapal-kapal dari luar negeri disertai dengan transfer teknologi dan pengetahuan. Harapannya perusahaan lokal bisa belajar dari perusahaan dari luar negeri.
”Dan dari pihak luar juga bersedia untuk membangun di dalam negeri dengan bantuan mereka untuk awalnya, kemudian terakhirnya nanti kita bisa bangun sendiri dan 100 persen TKDN-nya dibangun oleh putra-putri terbaik dari bangsa ini,” kata orang nomor satu di TNI AL.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UEFA Nations League: The Green Army Curi Kemenangan Tandang
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022