Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 Desember 2016, 00.27 WIB

PDIP Sebut Ada Ormas Disusupi ISIS

Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian menunjukan satu ABK dan dua  penyalur tersangka penyebab tenggelamnya Kapal yang membawa TKI Ilegal saat ekpos di Mapolda Kepri. - Image

Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian menunjukan satu ABK dan dua penyalur tersangka penyebab tenggelamnya Kapal yang membawa TKI Ilegal saat ekpos di Mapolda Kepri.

JawaPos.com - Anggota Komisi I DPR Charles Honoris menduga ISIS sudah menyusupi sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) di Indonesia.



Menurutnya, hal itu menjadi ancaman dan harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah.



"Saya nggak mau sebut nama ormasnya lah, tapi mereka sudah mendukung ISIS secara terbuka," ungkapnya melalui pesan singkat, Jumat (9/12).



Dikatakan Charles, ormas-ormas tersebut sudah menjadi proxy ISIS di kawasan. "Bahkan, ada pentolan ormas yang jelas-jelas membaiat warga untuk menjadi pengikut ISIS," sebut Charles.



Politikus PDIP itu menuturkan, ancaman jaringan dan ideologi ISIS bukan hanya menyangkut aksi-aksi terorisme saja.



Tetapi, juga dengan cara mengganggu stabilitas politik nasional dan melalui aksi makar.



Untuk itu, Charles meminta agar rakyat Indonesia  waspada karena kelompok dan ideologi tersebut tidak akan berhenti sebelum tujuannya tercapai. "Jaringan ini harus segera dimatikan," pungkasnya.



Sebagaimana diketahui, ISIS disebut-sebut akan membuat markas baru di Asia Tenggara. Tepatnya di Filipina.



Presiden Filipina Rodrigo Duterte dalam keterangannya kemarin mengatakan, ISIS yang terusir dari Aleppo di Suriah utara dan Mosul di Irak akan menyusup ke Asia Tenggara dan membangun kekhalifahan baru di Indonesia, Filipina, Malaysia dan Brunei.



Sementara beberapa hari lalu, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dalam acara seminar Preventive Justice dalam Antisipasi Perkembangan Ancaman Terorisme yang digelar oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Hotel Brobudur, Jakarta Pusat, Selasa (6/12) juga mengatakan hal serupa.



Katanya, Filipina Selatan lah yang disasar ISIS untuk membuat markas baru. (dna/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore