Jika dibuat alurnya agar bisa diduplikasi dan diterapkan dalam berbagai gerakan sosial dan kerja-kerja kemanusiaan hari ini, metode Kartini bisa diurai sebagai berikut. Pertama, diawali dari kesadaran dan kemerdekaan berpikir individu. Langkah kedua, individu yang punya kesadaran dan kemerdekaan dalam berpikir bekerja untuk menularkan kesadaran dan kemerdekaan pada orang-orang di sekitarnya. Langkah ketiga adalah berjejaring, bekerja sama, membangun solidaritas. Di titik inilah perubahan akan dimungkinkan.
Mulai kini dan nanti, Kartini dan metodenya akan kita rayakan di jalanan, di pabrik atau perkantoran megah, di lahan-lahan yang tergusur, di setiap rumah dan sekolah, dalam diri setiap perempuan yang terus bersuara dan melawan. Metode Kartini adalah peta yang mengantarkan kita pada ladang keadilan. (*)
*) Okky Madasari, Sastrawan dan sosiolog

Resmi! Daftar Line Up Skuad Clash of Legends 2026 Barcelona Legends vs DRX World Legends di GBK
Harga LPG Non Subsidi Naik per 18 April 2026, Cek Daftar Harga Terbarunya!
Heboh Isu Perselingkuhan Istri Ahmad Sahroni dengan Seorang Duda Drummer Band Tahun 90-an, Netizen: Ketahuan Mulu Mesra-mesraan di Publik
Dugaan Penipuan Lowongan Kerja Libatkan Eks Camat Pakal, DPRD Surabaya Desak Pengawasan ASN Diperketat
Kecewa Berat! Francisco Rivera Ungkap Kondisi Ruang Ganti Persebaya Surabaya Usai Kalah dari Madura United
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Deretan 11 Kuliner Pempek Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan
Kick-off Sempat Dimajukan! Ini Jadwal Resmi Persib Bandung vs Arema FC di GBLA
Tak Ada Timnas Indonesia U-17! Klasemen Runner-up Terbaik Piala AFF U-17 2026 Usai Thailand Dikalahkan Laos
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
