Maka, tantangan terbesar kita sekarang adalah bagaimana agar secara kolektif kita bisa mengelola kekecewaan itu menjadi kemarahan, bukan keputusasaan. Tahun 2024 dengan segala kekecewaannya telah menyediakan bahan bakar bagi mesin turbo kemarahan.
Dengan kemarahan warga, kejahatan dan ketidakadilan diviralkan, memaksa polisi untuk menjalankan tugasnya. Ketika warga marah kolektif, jalanan dipenuhi aksi demonstrasi. Aksi Peringatan Darurat Agustus 2024 adalah bukti nyata bahwa kemarahan kolektif rakyat bisa menggagalkan agenda busuk penguasa.
Peringatan Darurat adalah salah satu contoh bagaimana tahun 2024 adalah sebuah paradoks. Ia tahun yang gelap, tapi juga tahun penuh cahaya. Tahun penuh kekecewaan, tapi juga tahun yang membangunkan banyak orang yang selama ini terbuai dan tertipu. Tahun 2024 adalah tahun yang menyadarkan kita bahwa hanya dengan kemarahan kita masih punya harapan. Selamat tahun baru. Mari terus upayakan kemarahan itu! (*)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
