
Nenek Jumariyah semringah usai melihat Ka'bah. Ia menjadi ikon indonesia untuk promosi haji internasional oleh Arab Saudi. (Bayu Putra/JawaPos.com/MCH 2026)
JawaPos.com - Di bawah langit cerah Makkah pagi itu, lautan manusia berpakaian ihram bergerak bagai gelombang yang tak pernah putus. Di antara jutaan umat dari berbagai penjuru dunia, terselip senyum tulus dari wajah renta yang dipenuhi guratan kehidupan. Ia adalah Jumariah, seorang buruh tani berusia 70 tahun asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, yang kisahnya baru-baru ini viral dan menyita perhatian dunia sebagai ikon global haji 2026.
Siapa sangka, perempuan renta yang langkahnya kini menapaki marmer dingin Masjidil Haram tersebut, menghabiskan puluhan tahun hidupnya dalam kesunyian yang syahdu di sepetak rumah sederhana di tengah hamparan sawah.
Jauh sebelum gemerlap kilat kamera ponsel menyorotinya, kehidupan nenek Jumariah berjalan dalam ritme yang sangat sederhana dan sunyi.
Selama lebih dari 20 tahun, ia hidup sebatang kara di sebuah rumah kecil yang dikelilingi oleh persawahan. Anak-anaknya memang ada, tapi kehidupan membawanya pada takdir untuk meniti hari-hari di masa tuanya dalam kesendirian yang mandiri.
Setiap hari, sebelum fajar benar-benar menyingsing, Jumariah sudah terbangun. Tidak ada asisten rumah tangga atau perabotan mewah. Ia memulai harinya dengan memberi makan ayam-ayam peliharaannya, menyapu pekarangan, lalu berjalan mengambil air untuk mencuci pakaian.
Setelah mandi dan menyantap sarapan alakadarnya, ia tidak lantas beristirahat. Langkah rentanya akan menyusuri pematang menuju kebun yang tak jauh dari rumahnya, lalu berlanjut ke sawah milik orang lain, tempatnya mengabdi sebagai buruh tani.
Tangannya yang kasar adalah saksi bisu dari kerasnya kehidupan, membersihkan rumput liar dan merawat tanaman dengan penuh ketelatenan hingga matahari terbenam. Pulang ke rumah, ia kembali membersihkan diri, menyisakan lelah yang ditidurkannya dalam doa-doa panjang.
Bagi sebagian orang, pergi ke Tanah Suci adalah soal menunggu bonus tahunan cair atau menjual aset berharga. Namun bagi Jumariah, panggilan Baitullah dijawab dengan keringat, kesabaran, dan sebuah ember plastik yang diletakkan di sudut rumahnya.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Digelar Tertutup, Ini yang Terjadi di Dalam Ruangan
