Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 18 April 2026 | 05.49 WIB

Lantik PPIH 2026, Menhaj RI Irfan Minta Petugas Utamakan Jemaah Haji Kelompok Rentan

Acara pelantikan PPIH tahun 1447 Hijriah/2026 di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Jumat (17/4). (Humas Kemenhaj RI) - Image

Acara pelantikan PPIH tahun 1447 Hijriah/2026 di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Jumat (17/4). (Humas Kemenhaj RI)

JawaPos.com - Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia (Menhaj RI), Mochamad Irfan Yusuf meminta Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) untuk memprihatinkan jemaah haji dari kelompok rentan.

Pesan tersebut disampaikan saat melantik ribuan PPIH Nasional Tahun 1447 Hijriah/ 2026 Hijriah di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya pada Jumat (17/4). Pelantikan digelar secara hybrid (daring dan luring).

‎“Pelayanan yang diberikan mengedepankan inklusifitas. Lansia, penyandang disabilitas, perempuan, dan kelompok rentan lainnya harus menjadi perhatian utama, bukan sekadar pelengkap,” tuturnya, Jumat (17/4).

‎Dalam arahannya, Menhaj menegaskan bahwa pelantikan petugas haji bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan peneguhan tanggung jawab besar untuk menghadirkan pelayanan secara nyata.

‎“Pelantikan ini adalah peneguhan amanah untuk menghadirkan pembinaan, pelayanan, dan pelindungan jemaah secara nyata sejak dari embarkasi (di Tanah Suci, hingga debarkasi),” imbuhnya.

‎Menhaj Irfan meminta seluruh petugas embarkasi memastikan kesiapan teknis berbasis data yang akurat, mulai dokumen perjalanan, pra-manifest, penempatan kloter, hingga layanan kesehatan jemaah.

Selain itu, distribusi kebutuhan jemaah juga diminta tertata dengan baik agar seluruh proses pelayanan berjalan lancar dan tidak menimbulkan kendala selama masa pemberangkatan.

Ia mengingatkan agar pendataan jemaah dalam skema murur dan tanazul dilakukan secara valid dan setiap kebijakan dijelaskan secara utuh supaya tidak menimbulkan kebingungan di kalangan jemaah.

Dalam kesempatan yang sama, Menhaj juga menyoroti pentingnya integritas petugas karena kepercayaan jemaah merupakan amanah yang harus dijaga selama memberikan pelayanan di tanah air maupun tanah suci.

‎“Tidak boleh ada penyalahgunaan kewenangan atau pelayanan yang diskriminatif. Petugas haji (PPIH) harus menjadi teladan (bagi jemaah) dalam kejujuran dan akhlak pelayanan,” tegas Irfan.

‎Menutup arahannya, ia mengajak seluruh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji untuk bekerja sebagai satu tim nasional, dengan standar pelayanan yang sama meski pelantikan tahun ini dilaksanakan secara hybrid.

‎“Walaupun dilantik secara hybrid, kita adalah satu tim nasional dengan satu standar pelayanan. Alhamdulillah semuanya sudah siap, terutama terkaitkan dengan dokumen-dokumen yang diperlukan," pungkasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore