
Ilustrasi jemaah haji. (MCH 2025)
JawaPos.com – Hari ini, Rabu (11/6), menjadi tonggak awal dimulainya fase pemulangan jemaah haji Indonesia dari Tanah Suci. Sejumlah jemaah dari tujuh kelompok terbang (kloter) diberangkatkan ke tanah air melalui dua bandara berbeda, yakni Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) di Madinah dan Bandara King Abdul Aziz di Jeddah.
Dari Bandara Madinah, kloter UPG 1 dan UPG 2 (Embarkasi Makassar), LOP 1 (Lombok), serta JKG 1 (Jakarta Pondok Gede) menjadi jemaah yang pertama kali diterbangkan. Sementara itu, dari Jeddah, keberangkatan dilakukan untuk kloter SUB 1 dan SUB 2 (Surabaya) serta JKS 1 (Jakarta Bekasi).
Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) Mochamad Irfan Yusuf yang turut mendampingi proses pemulangan menyampaikan apresiasinya kepada seluruh jemaah atas ketertiban dalam menjalankan rangkaian ibadah haji. Ia berharap seluruh jemaah kembali ke Indonesia dalam keadaan sehat dan menjadi haji yang mabrur.
"Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh Jemaah Haji dan hari ini diwakili oleh Jemaah Haji dari Ujung Pandang yang telah menjalankan semua hal-hal yang kita sarankan. Alhamdulillah pagi ini kembali ke tanah air," ujar Irfan.
Ia juga menambahkan bahwa seluruh tahapan ibadah, termasuk wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan lempar jumrah di Mina telah berjalan baik. Meski sempat diwarnai sejumlah tantangan teknis, semua dapat dilalui dengan baik.
"Semua tahapan-tahapan bisa kita laksanakan, walaupun dalam perjalanannya ada kendala-kendala. Tapi alhamdulillah bisa dilaksanakan semuanya, dan kendalanya itu akan menjadi catatan kita untuk tahun depan," ungkapnya.
Irfan juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyampaikan evaluasi kepada Deputi Menteri Haji Arab Saudi untuk menjadi bahan perbaikan pada musim haji mendatang.
Lebih jauh, ia menyampaikan harapan agar jemaah haji Indonesia tidak hanya pulang dengan status haji mabrur, tetapi juga membawa perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari setelah kembali ke tanah air.
"Haji mabrur itu tentu bukan sekadar catatan, tapi kita lihat perilakunya setelah pulang ke tanah air. Biasanya akan menjadi lebih saleh, lebih sosial, dan lebih religius," tuturnya.
Menurut Irfan, keberhasilan haji tidak hanya diukur dari sisi ibadah, tetapi juga dampaknya secara sosial dan ekonomi.
"Bagi kami di badan penyelenggara haji, ada tiga sukses: sukses ritual, sukses ekonomi, dan sukses peradaban," pungkasnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
