
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyapa jamaah haji Indonesia saat pemulangan di Hotel Moro Alalameyah, Makkah, Arab Saudi, Selasa (10/6). (MCH)
JawaPos.com – Menteri Agama Nasaruddin Umar memastikan bahwa isu pungutan liar dalam pelaksanaan safari wukuf pada Kamis, 5 Juni 2025 lalu tidak benar. Hal ini ditegaskannya dalam wawancara di Makkah, Selasa (10/6), sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan ibadah haji 2025 yang kini memasuki fase pemulangan jemaah.
Menag menjelaskan bahwa informasi mengenai adanya pungutan dalam safari wukuf telah ditelusuri oleh pihak Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Agama. Hasilnya, pungutan tersebut tidak berasal dari petugas safari wukuf yang merupakan bagian dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.
“Ya, misalnya juga ada misinformasi. Saya berikan satu contoh, ada pungutan yang dilakukan di safari wukuf. Ternyata dicek oleh Pak Irjen lengkap dengan nama-namanya, ternyata itu bukan pungutan dari safari wukuf,” tegas Nasaruddin.
Ia meluruskan bahwa pembayaran tersebut ternyata merupakan biaya untuk pelaksanaan badal haji, bukan untuk safari wukuf. “Tetapi itu badal pembadalan, lengkap nama-namanya. Ya mungkin pengucapannya safari wukuf, tapi dengan badal itu beda,” jelasnya.
Menurut Menag, pembayaran tersebut meliputi berbagai layanan yang memang dibutuhkan oleh jemaah, terutama mereka yang tidak bisa melaksanakan rukun haji secara mandiri karena kondisi kesehatan.
“Jadi memang ada pembayaran untuk umrah wajibnya, tawaf ifadah, dan memang badalnya itu sendiri. Ada banyak hal yang dibayar,” katanya.
Menag menekankan bahwa kegiatan tersebut bukan dilaksanakan oleh petugas resmi dari PPIH, melainkan oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). “Tapi yang dilakukan itu KBIHU, bukan petugas kita,” tandasnya.
Melalui penjelasan ini, Menag berharap tidak ada lagi kesimpangsiuran informasi yang bisa menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Ia juga menyampaikan bahwa klarifikasi telah diberikan kepada pihak yang bersangkutan.
“Jadi saya sekaligus mengklirkan bahwa informasi yang berkembang itu tidak benar, tidak akurat, dan itu sudah kita klarifikasi kepada yang bersangkutan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Menag mengakui bahwa setiap tahun selalu ada catatan yang perlu diperbaiki. Namun ia menegaskan bahwa tidak ada kasus luar biasa yang terjadi pada musim haji tahun ini.
“Memang kami mendapat catatan-catatan penting untuk perbaikan tahun-tahun mendatang. Tapi insya Allah secara umum, boleh juga ditanyakan ke jamaah lain, ada kasus-kasus tertentu rutinlah setiap tahun, tidak ada kasus istimewa pada tahun ini,” pungkasnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
