Jemaah haji lansia dan risiko tinggi yang disiapkan untuk melaksanakan safari wukuf. (MCH 2025)
JawaPos.com – Kementerian Agama (Kemenag) meluruskan kabar yang beredar di masyarakat terkait dugaan adanya pungutan biaya dalam program safari wukuf khusus lansia.
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief, menegaskan bahwa seluruh layanan safari wukuf yang diselenggarakan pemerintah tidak memungut biaya sepeser pun dari para jemaah.
“Safari wukuf ini program yang sudah lama. Kita tidak memungut biaya apapun dari pasien ataupun dari jemaah safari wukuf itu,” kata Hilman saat ditemui di hotel transit untuk safari wukuf, Makkah, Minggu (10/6).
Hilman mengatakan, ada dua penyelenggara safari wukuf. Yakni, safari wukuf yang diselenggarakan oleh Kemenag, dan oleh Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Namun, dia menegaskan bahwa kedua penyelenggara itu sama sekali tidak menarik biaya alias gratis.
Hilman menyebut, dugaan adanya pungutan kemungkinan berasal dari hubungan personal antara jemaah dengan pembimbing kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH).
Dalam beberapa kasus, sejumlah jemaah mungkin melakukan komunikasi pribadi dengan pembimbingnya untuk keperluan tertentu, seperti penggunaan kursi roda saat umrah wajib atau sunnah.
“Kalau kami cermati itu sebetulnya hubungan antara jemaah dengan KBIH ataupun para pembimbingnya, dan itu konteksnya tidak dalam safari wukuf,” ujarnya.
Ada dugaan, jemaah yang sudah membayar ke pembimbing di KBIH itu ternyata masuk dalam peserta safari wukuf. Sehingga ada laporan, bahwa jemaah tersebut mengeluarkan uang agar masuk safari wukuf. Padahal, sejak awal dia memang peserta safari wukuf.
Lebih lanjut Hilman menjelaskan, menyewa kursi roda dengan membayar secara langsung memang ada. Tetapi, itu saat di kawasan Masjidil Haram. Misalnya untuk tawaf atau sai. "Tapi untuk safari wukuf, pemerintah, Kementerian Agama, maupun petugas tidak memungut biaya apapun," tegasnya.
Diberangkatkan dengan 16 Bus
Menurut Kasi PKP2JH Daker Makkah, Susilowati, sebanyak 2.032 jemaah mendaftar untuk mengikuti program safari wukuf pada Kamis, 5 Juni 2025. Namun, karena keterbatasan kapasitas dan hasil seleksi medis, hanya 500 jemaah yang akhirnya bisa diberangkatkan menggunakan 16 bus khusus.
Dari jumlah pendaftar, 18 jemaah batal berangkat karena kondisi fisik tidak memungkinkan, empat dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi, dan dua jemaah meninggal dunia sebelum sempat diberangkatkan.
Safari wukuf dilakukan dengan membawa jemaah ke Arafah menjelang waktu wukuf, membiarkan mereka tetap berada di dalam bus selama prosesi wukuf berlangsung, dan setelahnya langsung diarahkan ke Mina tanpa turun di Muzdalifah (mekanisme murur).
"Kami membawa jemaah dari hotel, dan kita akan mengembalikan ke hotelnya masing-masing. Tanpa biaya," jelasnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
