Jemaah haji lansia dan risiko tinggi yang disiapkan untuk melaksanakan safari wukuf. (MCH 2025)
JawaPos.com – Pemerintah melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi kembali menjalankan program Safari Wukuf Khusus Lansia untuk memfasilitasi jemaah haji Indonesia yang memiliki keterbatasan fisik, lanjut usia (lansia), atau risiko tinggi (risti).
Total 477 jemaah mengikuti program ini dan diberangkatkan ke Arafah dengan 15 armada bus. Selama pelaksanaan, mereka didampingi oleh 118 personel dari Satgas Safari Wukuf Khusus Lansia.
“Program safari wukuf khusus lansia diikuti 477 jemaah. Mereka diberangkatkan ke Arafah dengan menggunakan 15 bus,” kata Ketua PPIH Arab Saudi, Muchlis M Hanafi, di Makkah, Sabtu (7/6).
“Mereka didampingi 118 Satgas Safari Wukuf Khusus Lansia,” lanjutnya.
Kriteria jemaah yang masuk program ini merujuk pada Keputusan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nomor 137 Tahun 2025. Kategori tersebut mencakup jemaah yang tidak mandiri secara fisik, pengguna kursi roda, memiliki penyakit kronis, baru pulih dari perawatan rumah sakit, atau dinilai berisiko tinggi oleh tim kesehatan.
Awalnya, program ini ditargetkan diikuti 500 jemaah. Namun, terjadi pengurangan karena satu jemaah wafat di hotel transit, serta 21 lainnya batal ikut karena alasan medis atau kembali ke kelompok terbang karena ada pendamping.
Kepala Bidang Layanan Jemaah Lansia, Suviyanto, menyampaikan bahwa persiapan dilakukan sejak pukul 05.00 hingga 09.00 WAS pada 9 Zulhijjah. Jemaah lansia dimandikan, dikenakan kain ihram atau mukena, lalu diberi pembinaan ibadah oleh pembimbing.
“Keberangkatan mereka dari Hotel Transit pada pukul 13.20 WAS dan tiba di Arafah jam 14.40,” ujarnya.
Di Arafah, waktu ibadah disesuaikan dengan kondisi jemaah. Mereka mengikuti salat Zuhur dan Asar, mendengarkan khutbah, serta berdoa selama sekitar satu jam. Setelahnya, rombongan langsung kembali ke hotel transit pukul 14.30 dan tiba pukul 16.07 WAS.
“Setelah tiba, jemaah dikembalikan ke kamar masing-masing oleh Satgas. Proses penempatan selesai pukul 21.45 WAS,” lanjut Suviyanto.
Menurutnya, sebagian besar jemaah berada dalam kondisi baik. Namun, ada beberapa yang memerlukan pemantauan kesehatan lebih lanjut oleh tim medis.
Untuk ibadah selanjutnya seperti lontar jumrah dan tawaf ifadah, jemaah Safari Wukuf akan dibadalkan oleh petugas. Rencananya, mereka akan kembali ke hotel utama pada 10 Zulhijjah 1446 H.
“Alhamdulillah pelaksanaan Program Safari Wukuf Khusus Lansia dapat berjalan dengan baik dan lancar,” pungkas Suviyanto.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
