Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 7 Juni 2025 | 23.20 WIB

Penjelasan Kasatops Armuzna soal Kemacetan di Muzdalifah dan Viral Jemaah Jalan Kaki ke Mina

Ilustrasi jemaah haji Indonesia. (MCH 2025)

JawaPos.com – Tahapan puncak haji di fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) berlangsung sejak Kamis (5/6) hingga Senin (9/6). Saat ini, seluruh jemaah haji Indonesia telah berada di Mina untuk menjalani rangkaian lempar jumrah yang akan berlangsung hingga dua hari ke depan.

Di balik mobilisasi besar tersebut, Kasatops Armuzna Kolonel Harun Arrasyid mengungkap sejumlah tantangan yang dihadapi di lapangan. Mulai dari kemacetan, penumpukan jemaah di pintu-pintu keluar Muzdalifah, hingga video viral jemaah berjalan kaki dari Muzdalifah menuju Mina. Meski begitu, ia memastikan seluruh pergerakan tetap dapat dikendalikan dengan baik.

“Alhamdulillah, atas izin Allah ya, pergerakan dari Arafah ke Muzdalifah, kemudian dari Muzdalifah ke Mina saat ini, ini berjalan dengan lancar,” ujar Kolonel Harun, Sabtu dini hari (7/6).

Menanggapi beredarnya video jemaah yang disebut terlantar karena lama tidak diangkut bus di Muzdalifah, Harun menjelaskan duduk perkaranya. Menurut dia, sebagian jemaah memilih berjalan kaki karena merasa terlalu lama menunggu. Padahal, tindakan tersebut justru memperparah kemacetan.

“Disebabkan ada jamaah yang karena tidak sabar kemudian berjalan kaki, sebetulnya itu akan menghambat lajunya kendaraan dari Muzdalifah menuju ke Mina,” jelasnya.

Mengatasi situasi tersebut, PPIH berkoordinasi dengan Kementerian Haji Arab Saudi dan otoritas keamanan. Salah satu langkah yang diambil adalah membuka jalur khusus. Jalur yang biasanya dipakai untuk mengangkut jemaah dari Arafah ke Muzdalifah, kali ini dialihkan menjadi akses keluar dari Muzdalifah menuju Mina.

“Akhirnya ada beberapa kendaraan dan dibuka jalur khusus. Biasanya jalur itu untuk jamaah diturunkan dari Arafah menuju ke Muzdalifah, akhirnya itu dijadikan pintu untuk keluar menuju kembali ke jalur Arafah lalu menuju ke Mina ini,” ungkap Harun.

Ia menilai skema ini berhasil berkat kerja sama erat antara berbagai pihak. “Itulah skema itu yang dilakukan oleh pihak Kementerian Haji dan juga tentunya otorita keamanan dari Arab Saudi ini, sehingga bisa berjalan sesuai yang kita harapkan,” imbuhnya.

Dari sisi waktu, Harun menyebut pergerakan jemaah secara umum masih sesuai target. Meski ada sedikit keterlambatan dari jadwal sweeping terakhir yang semula ditetapkan pukul 09.00 WAS, realisasinya hanya mundur 40 menit.

“Dari waktu yang ditentukan oleh Kementerian Haji, terakhir kami sweeping pukul 09.00. Namun nyatanya agak sedikit molor menjadi 09.40,” kata Harun.

Ia bersyukur bahwa mobilisasi jemaah tetap berjalan relatif tepat waktu. “Jamaah tidak terlalu begitu lama dan sampainya sesuai yang kita harapkan,” ucapnya.

Kini, seluruh jemaah telah berada di Mina untuk menjalani fase mabit dan lempar jumrah. Harun berharap, seluruh rangkaian ibadah jemaah Indonesia bisa berlangsung lancar hingga akhir.

“Sekarang sudah ada di Mina. Mohon doanya semoga kegiatan selama 3 malam 4 hari dalam rangka mabit di Mina ini, jamaah haji kita berjalan dengan lancar, aman, dan tidak ada kendala-kendala,” pungkasnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore