
Menteri Agama Nasaruddin Umar dan anggota Amirul Hajj Taruna Ikrar (kiri) saat menjenguk pasien di KKHI Makkah, Selasa (3/6). (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com)
JawaPos.com – Di tengah rangkaian puncak ibadah haji yang penuh tantangan, angka kematian jemaah haji Indonesia tahun ini menunjukkan penurunan signifikan.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa tren tersebut mencerminkan peningkatan kualitas pelayanan dan efektivitas mitigasi risiko yang dijalankan sepanjang Armuzna.
Hingga Jumat malam, (6/6) pukul 19.30 waktu Arab Saudi atau sekitar pukul 23.30 WIB, jumlah jemaah wafat tercatat sebanyak 162 orang, terdiri dari 102 laki-laki dan 60 perempuan. Dari jumlah itu, 12 wafat di Arafah dan satu di Mina.
Angka ini jauh lebih rendah dibanding tahun lalu yang mencapai hampir 461 jemaah, dan tahun 2003 yang bahkan mendekati 775 jemaah.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa penurunan ini merupakan hasil nyata dari perbaikan layanan dan kerja sama lintas pihak.
“Jumlah kematian pun juga bisa ditekan dari peristiwa yang sama pada tahun yang lalu. Tadi sekitar 150 orang, mudah-mudahan tidak bertambah,” ungkapnya saat ditemui di Jamarat, Jumat (6/6).
Dia juga memberikan apresiasi kepada pihak Arab Saudi yang memberi keistimewaan pada Indonesia. Menurutnya, itu memberikan sumbangsi turunnya angka kematian.
“Kita berterima kasih kepada pemerintah Saudi Arabia yang memberikan keistimewaan kepada Indonesia. Ambulans-ambulans Indonesia juga bisa masuk,” ujar Nasaruddin.
Keistimewaan ini tidak diberikan kepada semua negara. Dalam fase Armuzna, otoritas Saudi membatasi akses ambulans hanya untuk kendaraan mereka.
Namun, Indonesia mendapat dispensasi khusus setelah menyodorkan kesiapan sistem dan data pendukung yang kuat.
Selain ambulans, ribuan tenaga kesehatan dan skema safari wukuf, yakni ibadah wukuf dengan fasilitas bus bagi jemaah sakit atau risiko tinggi, juga ikut menunjang keselamatan jemaah.
"Kami tidak ingin sekadar mengantar jemaah ke Arafah, tapi memastikan mereka bisa menjalani puncak ibadah dengan aman dan layak," lanjutnya.
Data menunjukkan bahwa dari 2.032 jemaah yang mendaftar program safari wukuf, sebanyak 500 berhasil diberangkatkan menggunakan 16 bus.
Sisanya dirujuk ke rumah sakit atau kembali ke sektor masing-masing karena kondisi yang tidak memungkinkan.
Nasruddin juga menekankan pentingnya edukasi kepada jemaah agar tidak memaksakan diri saat fase kritis seperti lempar jumrah di Mina.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
