Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 Juni 2025 | 03.41 WIB

Menag Nasaruddin Sarankan Jemaah Furoda Antre Haji Khusus, Bukan Andalkan Undangan Kerajaan

Menteri Agama Nasaruddin Umar saat melepas calon jemaah haji menuju Arafah untuk melakukan wukuf, Rabu (4/6). (MCH 2025)

JawaPos.com – Puluhan calon jemaah haji dari Indonesia yang menggunakan jalur furoda tahun ini harus menerima kenyataan pahit: visa mereka tidak keluar. Padahal, biaya yang mereka bayarkan untuk berhaji lewat jalur undangan Kerajaan Arab Saudi itu tidak sedikit.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa kegagalan tersebut bukan karena kelalaian pemerintah Indonesia, melainkan karena sistem yang sepenuhnya dikendalikan oleh otoritas Saudi.

“Kalau komputer haji dari Saudi sudah tutup, maka tidak bisa dibuka lagi kecuali dari otoritas yang sangat tinggi,” jelas Nasaruddin saat konferensi pers di Kantor Urusan Haji, Makkah, Rabu (4/6).

Menurutnya, pengurusan visa furoda sangat bergantung pada kecepatan dan ketepatan penyelenggara dalam mengakses sistem visa mujamalah. Jika dilakukan terlambat atau bahkan di menit-menit terakhir, maka hampir mustahil bisa masuk sistem.

“Banyak sekali teman-teman kita itu terlambat. Sudah close. Dan yang bisa membuka itu hanya otoritas yang sangat tinggi,” tegasnya.

Soal pengembalian dana jemaah furoda yang gagal berangkat, Nasaruddin menyatakan bahwa itu berada di ranah penyelenggara perjalanan haji. Baik penyelenggara yang berbasis di dalam negeri maupun mitra di Arab Saudi.

“Dunia ini kan sangat global, transaksi internasional bisa begitu gampang. Jadi mohon maaf bukan berarti tidak care terhadap mereka,” ucapnya.

Sejak awal, kata Nasaruddin, pemerintah sudah mengingatkan bahwa penyelenggaraan haji tahun ini berbeda. Ada setidaknya enam regulasi baru dari Kerajaan Arab Saudi yang dikeluarkan untuk menertibkan seluruh rangkaian ibadah. Ini berlaku untuk semua jemaah, termasuk furoda.

Menyikapi hal ini, Nasaruddin menyarankan agar calon jemaah yang berencana berhaji sebaiknya mengambil jalur haji khusus.

“Kalau memang akan ada yang melakukan haji furoda, secepatnya bergabung dengan jemaah haji khusus. Dari situlah mereka bisa baku atur,” ujarnya.

Pemerintah berharap agar ke depan masyarakat lebih berhati-hati dalam memilih jalur keberangkatan haji, khususnya furoda, yang statusnya sangat tergantung pada undangan dan sistem internal Saudi. “Ini pelajaran bagi kita semua. Jangan spekulatif soal ibadah,” pungkasnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore