Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 2 Juni 2025 | 21.25 WIB

Peringatan BP Haji: Jangan Nekat Jalur Ilegal, Haji Resmi Adalah yang Paling Aman

Menag Nasaruddin Umar (kiri) dan Menteri Haji dan Umroh Mochamad Irfan Yusuf. (MCH 2025) - Image

Menag Nasaruddin Umar (kiri) dan Menteri Haji dan Umroh Mochamad Irfan Yusuf. (MCH 2025)


JawaPos.com – Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) Mochammad Irfan Yusuf menyerukan seruan keras kepada masyarakat Indonesia agar hanya menunaikan haji melalui jalur resmi.

Seruan ini disampaikan Irfan dalam Grand Hajj Symposium ke-49 di Jeddah, Arab Saudi, Minggu (1/6), di tengah persiapan puncak haji yang akan digelar Kamis, 5 Juni 2025.

Haji itu harus sah secara syar’i dan aman secara prosedural. Jangan sampai ada yang nekat mencoba jalur ilegal karena risikonya sangat besar, baik dari sisi hukum maupun keselamatan jiwa,” tegas Irfan.

Irfan menekankan, pemerintah Indonesia selama ini telah bekerja keras menyiapkan kuota resmi, layanan akomodasi, transportasi, konsumsi, hingga kesehatan bagi 203.320 jemaah haji reguler.

“Jalur resmi adalah satu-satunya cara yang menjamin jemaah mendapat perlindungan penuh, dari berangkat sampai pulang,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat tidak tergoda tawaran calo atau pihak tak bertanggung jawab yang menjanjikan haji furoda atau visa non-kuota, apalagi menjelang puncak ibadah.

“Kami tegaskan, sejak 26 Mei 2025, semua proses pemvisaan sudah ditutup. Tidak ada pembukaan visa baru, termasuk furoda. Kalau ada yang mengaku bisa menyelundupkan jemaah, itu patut dicurigai sebagai penipuan,” katanya.

Pemerintah Arab Saudi, lanjut Irfan, telah menerapkan pengawasan ketat, termasuk patroli drone dan pemeriksaan jalur masuk menuju Makkah.

“Sanksinya tidak main-main. Jemaah bisa dideportasi, diproses hukum, bahkan kehilangan kesempatan berhaji untuk selamanya,” ujarnya.

Untuk itu, Irfan meminta seluruh tokoh masyarakat, ulama, dan organisasi keagamaan ikut mengedukasi publik agar menjaga niat baik berhaji dengan cara yang benar. “Jangan tergoda jalan pintas yang justru membahayakan,” katanya.

Sebagai pengingat, kasus tragis baru saja terjadi pada 27 Mei 2025 lalu. Seorang WNI asal Madura, SM, ditemukan meninggal dunia akibat dehidrasi di area gurun Jumum, Makkah, setelah mencoba masuk secara ilegal bersama dua rekannya. Keduanya selamat berkat patroli drone aparat Saudi, tapi SM kehilangan nyawa.

“Ini bukan hanya soal sah atau tidak sah ibadahnya, tapi soal nyawa. Pemerintah mengimbau jangan ada lagi yang mencoba-coba jalur seperti ini,” tegas Irfan.

Kasus ini, lanjutnya, harus menjadi pelajaran penting bahwa ibadah haji harus dilakukan sesuai aturan, demi keselamatan, keamanan, dan terjaganya martabat jemaah Indonesia di mata dunia.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore