Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 2 Juni 2025 | 21.17 WIB

Taruna Ikrar Dorong Pendirian RS Indonesia di Saudi demi Layanan Haji Lebih Optimal

Kepala BPOM sekaligus anggota Amirul Hajj, Prof. Taruna Ikrar (kanan) di Makkah. (MCH 2025) - Image

Kepala BPOM sekaligus anggota Amirul Hajj, Prof. Taruna Ikrar (kanan) di Makkah. (MCH 2025)

JawaPos.com – Menjelang wukuf di Arafah pada Kamis, 5 Juni mendatang, seluruh lini pelayanan kesehatan haji Indonesia memutar otak menghadapi tantangan besar. Dari suhu ekstrem hingga keterbatasan tenaga, semua membutuhkan strategi cerdas.

Anggota Amirul Hajj sekaligus Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Prof. Taruna Ikrar, saat ditemui di Makkah, Minggu (1/6), menjelaskan bahwa strategi kesehatan di puncak haji harus komprehensif.

“Di Arafah nanti, kami siapkan posko khusus untuk menangani kasus darurat, termasuk heat stroke,” jelas Taruna. Posko-posko ini akan dilengkapi petugas kesehatan yang siaga penuh selama masa Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina).

Selain posko, armada ambulans juga disiapkan sebagai bagian dari sistem evakuasi estafet. “Ambulans sudah disiapkan, baik untuk rujukan ke rumah sakit setempat maupun untuk menangani langsung di lapangan,” imbuhnya.

Taruna mengungkapkan, tantangan utama justru muncul ketika jemaah enggan dirujuk ke rumah sakit Saudi karena faktor bahasa dan minimnya pendampingan.

“Banyak pasien kita merasa lebih nyaman ditangani oleh dokter Indonesia di klinik-klinik PPIH. Itulah kenapa koordinasi dengan Kementerian Kesehatan Arab Saudi kemarin menjadi penting, supaya kita tetap bisa memberikan layanan di klinik sendiri,” jelasnya.

Namun, Taruna juga membawa wacana besar untuk masa depan: pembangunan rumah sakit Indonesia di Arab Saudi.

“Kita perlu punya RS Indonesia di sini, khusus untuk jemaah kita. Sebab pelayanan kesehatan tidak hanya soal kuantitas, tetapi juga soal kenyamanan psikologis pasien,” katanya serius.

Dia menekankan bahwa pendirian RS Indonesia di Saudi bukan hanya mimpi kosong, melainkan sebuah kebutuhan nyata yang bisa memperkuat pelayanan haji di tahun-tahun mendatang.

“Kalau ada RS sendiri, semua akan lebih mudah: bahasa, budaya, dan sistem penanganannya,” ujarnya.

Sementara untuk musim haji tahun ini, Taruna memastikan seluruh tim kesehatan sudah menyiapkan skema terbaik. Termasuk, kata dia, edukasi masif kepada jemaah agar memahami gejala awal penyakit, menjaga hidrasi, dan tidak memaksakan diri.

“Kami ingin semua jemaah pulang dengan selamat, membawa haji mabrur,” pungkasnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore