
Kepala BPOM sekaligus anggota Amirul Hajj, Prof. Taruna Ikrar (kanan) di Makkah. (MCH 2025)
JawaPos.com – Menjelang wukuf di Arafah pada Kamis, 5 Juni mendatang, seluruh lini pelayanan kesehatan haji Indonesia memutar otak menghadapi tantangan besar. Dari suhu ekstrem hingga keterbatasan tenaga, semua membutuhkan strategi cerdas.
Anggota Amirul Hajj sekaligus Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Prof. Taruna Ikrar, saat ditemui di Makkah, Minggu (1/6), menjelaskan bahwa strategi kesehatan di puncak haji harus komprehensif.
“Di Arafah nanti, kami siapkan posko khusus untuk menangani kasus darurat, termasuk heat stroke,” jelas Taruna. Posko-posko ini akan dilengkapi petugas kesehatan yang siaga penuh selama masa Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina).
Selain posko, armada ambulans juga disiapkan sebagai bagian dari sistem evakuasi estafet. “Ambulans sudah disiapkan, baik untuk rujukan ke rumah sakit setempat maupun untuk menangani langsung di lapangan,” imbuhnya.
Taruna mengungkapkan, tantangan utama justru muncul ketika jemaah enggan dirujuk ke rumah sakit Saudi karena faktor bahasa dan minimnya pendampingan.
“Banyak pasien kita merasa lebih nyaman ditangani oleh dokter Indonesia di klinik-klinik PPIH. Itulah kenapa koordinasi dengan Kementerian Kesehatan Arab Saudi kemarin menjadi penting, supaya kita tetap bisa memberikan layanan di klinik sendiri,” jelasnya.
Namun, Taruna juga membawa wacana besar untuk masa depan: pembangunan rumah sakit Indonesia di Arab Saudi.
“Kita perlu punya RS Indonesia di sini, khusus untuk jemaah kita. Sebab pelayanan kesehatan tidak hanya soal kuantitas, tetapi juga soal kenyamanan psikologis pasien,” katanya serius.
Dia menekankan bahwa pendirian RS Indonesia di Saudi bukan hanya mimpi kosong, melainkan sebuah kebutuhan nyata yang bisa memperkuat pelayanan haji di tahun-tahun mendatang.
“Kalau ada RS sendiri, semua akan lebih mudah: bahasa, budaya, dan sistem penanganannya,” ujarnya.
Sementara untuk musim haji tahun ini, Taruna memastikan seluruh tim kesehatan sudah menyiapkan skema terbaik. Termasuk, kata dia, edukasi masif kepada jemaah agar memahami gejala awal penyakit, menjaga hidrasi, dan tidak memaksakan diri.
“Kami ingin semua jemaah pulang dengan selamat, membawa haji mabrur,” pungkasnya.

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
