
Kepala BPOM sekaligus anggota Amirul Hajj, Prof. Taruna Ikrar (kanan) di Makkah. (MCH 2025)
JawaPos.com – Musim Haji 2025 memasuki masa-masa krusial. Puncak ibadah wukuf di Arafah yang direncanakan berlangsung Kamis, (5/6), hanya tinggal tiga hari lagi.
Namun di balik persiapan ibadah, ada tantangan besar yang mengintai: suhu ekstrem, dominasi jemaah lansia, dan terbatasnya jumlah tenaga kesehatan.
Hal ini disampaikan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sekaligus anggota Amirul Hajj, Prof. Taruna Ikrar, saat ditemui di Makkah, Minggu (1/6).
“Kita ingin memaksimalkan potensi yang kita miliki untuk melayani para jemaah haji kita yang jumlahnya terbesar di dunia, yaitu 25 persen dari seluruh jemaah haji di Mekah adalah dari Indonesia,” ujarnya.
Taruna menegaskan, tugas melayani jemaah Indonesia bukan pekerjaan ringan. “Ada tiga challenge: suhu panas, hampir 50 persen jamaah adalah usia lanjut, dan adanya perubahan regulasi. Ini tantangan besar,” tegasnya.
Menurut dia, idealnya dalam satu grup pelayanan, minimal 100 orang jemaah didampingi satu dokter dan satu perawat.
Namun, untuk skala jemaah Indonesia yang mencapai lebih dari 200 ribu, dibutuhkan lebih dari 2.000 petugas kesehatan, sementara jumlah yang tersedia jauh lebih sedikit.
“Melaksanakan haji itu tidak mudah, selain spiritual, membutuhkan kekuatan fisik. Tawaf tambah sa’i itu butuh 7 kilometer jalan, ditambah suhu panas, itu kan tantangan,” jelas Taruna. Karena itu, kesiapsiagaan tenaga kesehatan harus ekstra.
Apalagi, saat puncak Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina), risiko melonjak. Taruna menggambarkan kondisi di Arafah nanti sebagai ujian luar biasa.
“Kita berada di Padang Arafah nanti, luar biasa tantangannya, menginap di Mina dengan jutaan orang juga luar biasa,” katanya.
Meski begitu, dia memuji semangat tim kesehatan haji Indonesia yang tetap teguh menghadapi medan sulit.
“Tantangan ini tidak membuat para tenaga kesehatan berkecil hati. Kita punya semangat besar lewat koordinasi yang baik,” imbuhnya.
Tak hanya fokus pada tenaga medis, Taruna juga menyoroti pentingnya peran jemaah untuk menjaga kesehatan diri, mulai dari menjaga hidrasi, mengikuti instruksi petugas, hingga mengenali tanda-tanda awal masalah kesehatan.
“Keselamatan jemaah adalah prioritas, dan itu harus diupayakan bersama,” tegasnya.
Dengan waktu tinggal tiga hari menuju puncak ibadah, semua pihak kini bekerja keras mempersiapkan pelayanan sebaik mungkin. Taruna menyebut, koordinasi lintas sektor terus diperkuat, mulai dari tim kesehatan, logistik, hingga petugas perlindungan jemaah.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
