Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 2 Juni 2025 | 02.59 WIB

Kemenag: 203.149 Jemaah Siap Wukuf, Layanan Katering, Kesehatan, dan Pergerakan Sudah Disiapkan

Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin. (MCH 2025) - Image

Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin. (MCH 2025)

JawaPos.com - Seluruh jemaah haji Indonesia 1446 H/2025 M telah tiba di Tanah Suci. Sebanyak 203.149 jemaah haji reguler dari 525 kelompok terbang (kloter) kini memasuki masa tenang untuk mempersiapkan diri menghadapi puncak ibadah haji.

“Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT. Seluruh jemaah haji Indonesia kini telah berada di Kota Makkah dalam keadaan aman dan sehat,” ujar Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin di Makkah, Minggu (1/6).

Kamaruddin menegaskan, ini adalah capaian besar yang harus disyukuri bersama. Ia mengajak seluruh jemaah untuk memperkuat kesiapan fisik, mental, dan spiritual menjelang Armuzna.

“Mengurangi aktivitas di luar tenda atau hotel, istirahat yang cukup, dan menjaga kebersihan serta memperbanyak konsumsi air putih,” imbaunya.

Mulai hari ini, layanan Bus Shalawat diberhentikan sementara dan baru akan beroperasi kembali pada Selasa, 14 Zulhijjah atau 10 Juni 2025 pukul 00.00 WAS. Jemaah diimbau tetap beribadah di hotel masing-masing dan menghindari aktivitas luar ruangan kecuali mendesak.

Jelang Armuzna, layanan katering reguler di hotel digantikan makanan siap saji (ready to eat). Distribusi dilakukan bertahap untuk enam kali makan: tiga kali pada 7 Zulhijjah (3 Juni), satu kali pada 8 Zulhijjah (4 Juni), dan dua kali pada 13 Zulhijjah (9 Juni).

“Makanan ini dapat langsung dikonsumsi. Nasi sebaiknya direndam air 5–10 menit sebelum disantap, lauk dapat dimakan langsung tanpa pemanasan. Setelah kemasan dibuka, makanan tidak boleh disimpan ulang demi alasan kesehatan,” jelas Kamaruddin.

Selama Armuzna, jemaah akan mendapat 15 kali makan dan satu snack berat: lima kali makan di Arafah, satu snack di Muzdalifah, dan sepuluh kali makan di Mina. “Makanan disiapkan dengan memperhatikan gizi, daya tahan, dan kondisi medan,” tambahnya.

PPIH Arab Saudi akan menerapkan dua skema pergerakan jemaah: murur dan tanazul. Murur adalah pergerakan jemaah dari Arafah dengan bus yang hanya melewati Muzdalifah tanpa turun, langsung menuju Mina. Skema ini diterapkan bagi jemaah lansia, disabilitas, dan yang uzur, diperkirakan mencakup 50.000 jemaah.

Tanazul adalah pemulangan lebih awal ke hotel di Makkah setelah lempar jumrah aqabah, tanpa kembali ke tenda Mina. Sekitar 30.000 jemaah, terutama dari sektor Syisyah dan Raudhah, dijadwalkan ikut skema ini.

Bagi jemaah sakit yang tidak memungkinkan wukuf secara reguler, disiapkan layanan safari wukuf menggunakan ambulans. Sementara bagi jemaah yang wafat sebelum wukuf, akan dibadalhajikan oleh petugas resmi pemerintah.

Layanan kesehatan disiagakan melalui delapan pos di Arafah dan Mina, serta pos mobile di jalur atas dan bawah Jamarat. Sebanyak 15 unit ambulans memenuhi standar medis siap digunakan untuk evakuasi atau rujukan.

Kamaruddin mengajak seluruh jemaah untuk menjaga kekompakan, mengikuti arahan petugas, dan memperbanyak doa.

“Semoga semua dimudahkan dalam menunaikan ibadah haji secara sempurna, dan pulang ke Tanah Air sebagai haji yang mabrur,” tandasnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore