
Simulasi Pelayanan jamaah haji di fase Armuzna di Muzdalifah yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur, Rabu (28/1/2026). (Bayu Putra/JawaPos.com)
JawaPos.com - Situasi dan dinamika di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) saat masa puncak haji disimulasikan di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur, Rabu (28/1).
Berlangsung selama 6-7 hari, Armuzna menjadi fase terpenting rangkaian ibadah haji. Selama nyaris seminggu, sekitar 1,6 juta jamaah haji dari seluruh dunia tumpah ruah di Armuzna.
Di Arafah, petugas dihadapkan pada sejumlah situasi. Salah satunya adalah kejadian jamaah salah masuk tenda yang seharusnya diperuntukkan bagi rombongan lain.
Kemudian, ada situasi di mana beberapa jamaah berebut makanan di tenda. Ada pula kasus jamaah sakit dan jamaah meninggal dunia di Arafah karena kelelahan.
Para petugas haji dikondisikan untuk menangani dan menyelesaikan setiap masalah saat itu juga di lokasi. Sehingga situasi tidak makin kacau dan jamaah bisa lebih fokus menjalankan ibadah.
Usai wukuf, jamaah digerakkan menuju Muzdalifah untuk mabit atau bermalam. Di Muzdalifah, yang areanya lebih kecil daripada Arafah, sejumlah potensi masalah juga disimulasikan. Salah satunya adalah jamaah haji yang berebut karpet untuk alas duduk.
Juga ada situasi di mana bus yang mengangkut jamaah haji terhambat oleh lautan manusia yang memadati area Muzdalifah. Sebagian jamaah tentu tidak nyaman dengan kondisi tersebut, sehingga petugas harus turun tangan menenangkan.
Kepala Satgas Muzdalifah Ihsan Faisal menjelaskan, petugas yang melayani jamaah haji di Muzdalifah adalah mereka yang ditempatkan di Daerah Kerja (Daker) Makkah.
Usai wukuf, mereka meninggalkan Arafah lebih awal untuk mempersiapkan kedatangan jamaah haji di Muzdalifah. "Petugas bergeser atau berpindah, bergerak dari Arafahpukul 13.00," terangnya usai simulasi.
Sementara, jamaah haji akan mulai diberangkatkan secara bergelombang ke Muzdalifah sekitar pukul 19.00 Waktu Arab Saudi (WAS) atau setelah salat Maghrib yang dijamak dengan Isya.
Jamaah haji tidak tinggal atau mabit lama di Muzdalifah. Pukul 23.30 WAS, mereka mulai digeser ke Mina.
"Di Muzdalifah itu yang paling pokok adalah bagaimana kita menempatkan jemaah supaya tertib. Itu yang paling pokok," tutur Ihsan yang juga menjabat sebagai Kadaker Makkah itu.
Jamaah yang tiba paling awal harus diarahkan ke dalam, bahkan ke ujung area Muzdalifah yang berdekatan dengan Mina.
Tujuannya, agar jamaah yang datang paling akhir juga bisa mendapat tempat. Selama ini, kadang rombongan-rombongan awal kerap langsung duduk di pintu masuk Muzdalifah sehingga menyulitkan pergerakan jamaah lainnya.
"Jadi ketika mereka datang yang pertama, ya first come, first out. Jadi mereka yang pertama nanti keluar untuk diberangkatkan ke Mina," jelas Ihsan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022