Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 1 Juni 2025 | 02.11 WIB

Taruna Ikrar Temui Presiden Saudi FDA, Pastikan Makanan Jemaah Haji Indonesia Aman dan Terstandar

Anggota Amirul Hajj Indonesia sekaligus Kepala BPOM Taruna Ikrar (kiri) bertemu dengan President of the Saudi Food and Drug Authority (SFDA), Prof. Dr. Hisham bin Saad Aljadhey. (MCH 2025) - Image

Anggota Amirul Hajj Indonesia sekaligus Kepala BPOM Taruna Ikrar (kiri) bertemu dengan President of the Saudi Food and Drug Authority (SFDA), Prof. Dr. Hisham bin Saad Aljadhey. (MCH 2025)

JawaPos.com - Anggota Amirul Hajj Indonesia sekaligus Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, mengadakan pertemuan bilateral dengan President of the Saudi Food and Drug Authority (SFDA), Prof. Dr. Hisham bin Saad Aljadhey, pada Sabtu (31/5). Pertemuan ini berlangsung di Kantor Urusan Haji Indonesia di Makkah.

Pertemuan kedua tokoh penting ini bertujuan memastikan bahwa makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh petugas dan jemaah haji Indonesia pada musim haji 1446 H/2025 M memenuhi standar keamanan dan kelayakan konsumsi.

Prof. Taruna Ikrar menyampaikan apresiasi atas kerja sama baik antara otoritas Arab Saudi dan Indonesia dalam pengawasan pangan dan obat selama penyelenggaraan ibadah haji. Ia menekankan pentingnya standar keamanan yang tinggi, mengingat besarnya jumlah jemaah haji Indonesia tahun ini, yaitu sebanyak 241.000 orang.

“Kami sangat menghargai komitmen Saudi Food and Drug Authority dalam menjaga kualitas konsumsi jemaah. Ini sangat penting untuk menjamin ibadah berlangsung lancar, sehat, dan khusyuk,” ujar Taruna.

Sementara itu, Prof. Hisham bin Saad Aljadhey menyambut baik sinergi antara SFDA dan BPOM RI. Kolaborasi ini memastikan produk makanan, minuman, dan obat-obatan yang beredar selama haji telah memenuhi regulasi yang berlaku, baik secara nasional maupun internasional.

Menanggapi hal ini, Menteri Agama RI, Prof. Dr. H. Nazaruddin Umar, memberikan apresiasi atas langkah aktif yang diambil Prof. Taruna Ikrar dalam memastikan kualitas konsumsi jemaah haji Indonesia. Menurutnya, pengawasan ketat terhadap makanan, minuman, dan obat-obatan adalah bentuk nyata pelayanan prima kepada jemaah.

“Kami sangat menekankan pentingnya aspek kesehatan dalam ibadah haji. Pemerintah ingin memastikan bahwa seluruh makanan, minuman, dan obat-obatan yang dikonsumsi jemaah Indonesia telah melalui proses pengawasan yang ketat dan sesuai standar internasional. Kolaborasi BPOM dengan SFDA adalah langkah strategis demi keselamatan dan kenyamanan jemaah,” ujar Menteri Agama.

Pertemuan ini menjadi langkah nyata diplomasi teknis antara dua lembaga pengawas yang sama-sama berperan penting dalam melindungi kesehatan publik, khususnya dalam konteks penyelenggaraan haji berskala internasional.

Prof. Taruna Ikrar juga menambahkan bahwa pengawasan menyeluruh akan terus dilakukan selama masa puncak haji. Hal ini untuk memastikan seluruh produk konsumsi jemaah, mulai dari katering, minuman kemasan, hingga obat-obatan, benar-benar aman, terstandarisasi, dan layak konsumsi.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore