Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 31 Mei 2025 | 05.09 WIB

Dasar Hukum Murur dan Tanazul: Aman, Sah, dan Tanpa Dam di Puncak Haji 2025

Musytasyar Dini PPIH Arab Saudi, KH M. Ulinnuha. (MCH 2025)



JawaPos.com
– Puncak ibadah haji tinggal menghitung hari. Pada Kamis, 5 Juni 2025, jutaan jamaah akan berkumpul di Arafah untuk wukuf, sebelum melanjutkan rangkaian ibadah ke Muzdalifah dan Mina.

Namun, tidak semua jamaah mengikuti jalur reguler. Sebagian akan melaksanakan murur, sebagian lainnya ikut skema tanazul. Dua skema khusus ini diterapkan demi mengurai kepadatan dan menjaga kesehatan jamaah, terutama lansia, risiko tinggi (risti), dan disabilitas.

Musytasyar Dini PPIH Arab Saudi, KH M. Ulinnuha, menegaskan bahwa penerapan murur dan tanazul memiliki dasar hukum syariah yang kuat. “Kedua skema ini dibolehkan dalam fikih haji, dan pelaksanaan ibadah tetap sah,” tegasnya di Makkah, Jumat (30/5).

Menurut Ulinnuha, dalam kondisi tertentu seperti uzur fisik, lansia, atau alasan syar’i lainnya, jamaah dibolehkan tidak bermalam (mabit) di Muzdalifah maupun Mina.

“Dalam riwayat sahih, sejumlah sahabat yang bertugas memberi makan, menggembala, atau kaum perempuan yang khawatir mengalami haid lebih awal, diberi izin oleh Nabi Muhammad SAW untuk tidak mabit di Muzdalifah,” jelasnya.

Mazhab Hanafi bahkan menyatakan bahwa mabit di Muzdalifah maupun Mina hukumnya sunnah. Dengan demikian, jamaah yang mengikuti murur atau tanazul tidak dikenai dam (denda) dan hajinya tetap sah.

Ulinnuha juga mengutip salah satu fatwa ulama Mesir yang menyebutkan bahwa penerapan murur realistis mengingat mustahilnya jutaan jamaah menempati Muzdalifah dalam waktu bersamaan.

Sebagai informasi, murur adalah skema di mana jamaah diberangkatkan dari Arafah setelah magrib, melintas Muzdalifah tanpa turun dari bus, lalu langsung menuju Mina. Sekitar 50.000 jamaah, terutama lansia dan risti, diproyeksikan ikut program ini tahun ini.

Sementara itu, tanazul adalah skema pemulangan lebih awal ke hotel di Makkah setelah jamaah menyelesaikan lempar jumrah aqabah di Mina. Sekitar 30.000 jamaah akan ikut program ini, demi menghindari kepadatan tenda dan menjaga kenyamanan.

“Semoga semua rangkaian ibadah haji tahun ini berjalan lancar. Mari kita jaga niat, kesehatan, dan kekhusyukan, serta memohon kepada Allah agar dikaruniai haji yang mabrur,” tutup Ulinnuha.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore