Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Mei 2025 | 22.19 WIB

Ribuan Jemaah Akan Lempar Jumrah Lewat Lantai 3 Mina, Puluhan Petugas PPIH Bersiap

Kepala Satuan Operasional (Kasatops) Arafah, Muzdalifah, Mina (Armuzna) Kolonel Laut Harun Arrasyid. (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com)


JawaPos.com
– Puncak ibadah haji semakin dekat. Wukuf di Arafah, yang direncanakan berlangsung pada 5 Juni (9 Dzulhijah), tinggal delapan hari lagi. Salah satu titik krusial yang kini jadi fokus persiapan adalah lantai 3 jamarat di Mina, tempat jamaah haji melempar jumrah Aqabah pada malam 10 Dzulhijah.

Kepala Satuan Operasional (Kasatops) Arafah, Muzdalifah, Mina (Armuzna) Kolonel Laut Harun Arrasyid, memimpin langsung orientasi lapangan di kawasan itu, Rabu (28/5) dini hari. Bersama tim Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Madinah, Harun memetakan posisi pos-pos siaga, jalur evakuasi, hingga titik rawan yang perlu diantisipasi.

“Gelombang jamaah pada malam 10 Dzulhijah menuju Jumratul Aqabah sangat besar, sehingga kami antisipasi dengan pos-pos yang sudah dipetakan,” ujar Harun.

Menurut dia, lantai 3 jamarat memiliki kerawanan lebih tinggi dibanding jalur bawah. Sebab, sirkulasi pergerakan jamaah lebih padat, terutama saat malam lempar jumrah pertama. Untuk itu, PPIH menyiagakan 60 personel khusus, yang akan dibagi ke lima pos utama. Mereka dijadwalkan berjaga dalam shift malam hingga dini hari.

Tak hanya itu, kata Harun, tambahan layanan juga datang dari tim lansia dan disabilitas, yang ikut memperkuat jajaran. “Kami siapkan sistem evakuasi estafet, antarpos, agar jamaah yang kelelahan bisa segera dibantu tanpa harus memutar jalur,” jelasnya.

Dia mengingatkan, bahwa jalur terowongan Mina bersifat satu arah. Sehingga butuh strategi khusus agar penanganan darurat tetap lancar. Termasuk, layanan saat membantu jemaah haji yang sakit.

Pada orientasi itu, Harun memandu langsung para petugas berjalan kaki dari tenda-tenda jamaah, melewati terowongan Mina, hingga berhenti tepat di depan area jamarat. Selama perjalanan, ia menunjuk titik-titik di mana saja sektor ad hoc, pos pantau, dan tim Mobile Crisis Rescue (MCR) ditempatkan.

Semua itu menjadi checkpoint penting demi memastikan arus jamaah terkendali, terutama saat suhu panas atau antrean panjang.

“Kami juga terus menguatkan sosialisasi kepada ketua kloter dan petugas lapangan. Jamaah harus paham detail teknisnya supaya tidak bingung saat pergerakan besar berlangsung,” tegas Harun.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore