Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 26 Mei 2025 | 04.19 WIB

Dirjen Haji Hilman Latief Distribusi Kartu Nusuk untuk Jemaah RI di Makkah

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief saat membagikan kartu nusuk ke calon jemaah haji di Makkah. (MCH 2025) - Image

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief saat membagikan kartu nusuk ke calon jemaah haji di Makkah. (MCH 2025)

JawaPos.com – Menjelang puncak ibadah haji di Arafah pada 5 atau 6 Juni mendatang, Kementerian Agama (Kemenag) memastikan percepatan distribusi kartu Nusuk kepada jemaah haji Indonesia berjalan semakin mulus.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief, bahkan turun langsung ke lapangan untuk mengecek pelayanan sekaligus membagikan kartu Nusuk kepada jemaah di Hotel 502, Makkah, Minggu (25/5) siang.

Didampingi Direktur Bina Haji Musta’in Ahmad dan Kepala Daerah Kerja Makkah, Ali Machzumi, Hilman menyapa para jemaah satu per satu sambil menyerahkan kartu Nusuk yang menjadi identitas resmi jemaah haji.

“Ini dijaga ya bapak ibu. Udah tahu cara pasang di talinya?” tanya Hilman sambil mengabsen nama jemaah sesuai daftar kartu yang dibawanya.

Bagi para jemaah, momen ini jelas membawa kelegaan. Bagus Purwoko, 56, jemaah asal embarkasi Solo, mengaku sudah menunggu kartu Nusuk sejak Kamis pekan lalu.

“Alhamdulillah senang banget, bisa lebih tenang. Kan sekarang kalau ke Masjidil Haram harus nunjikin ini ya. Kita udah nunggu sejak Kamis lalu, ada 10 hari lah ya,” ungkapnya penuh syukur.

Istrinya, Yenny, 50, juga merasa lega. “Ya senang, ini kan diperiksa ya kalau mau masuk Masjidil Haram. Semoga ibadahnya lancar,” ujarnya sambil menunjukkan kartu Nusuk yang baru diterimanya.

Hilman menjelaskan, percepatan distribusi kartu Nusuk ini adalah hasil kerja keras Kemenag yang terus berkoordinasi intensif dengan syarikah penyedia layanan dan otoritas Arab Saudi.

"Alhamdulillah sejak kemarin sebetulnya kartu Nusuk sebagai paspornya jemaah untuk masuk ke Arafah semakin hari semakin kecil yang kita distribusi. Kemarin sudah di bawah 10 persen yang belum,” jelas Hilman.

Ia menambahkan, sejumlah kendala sempat muncul di lapangan, termasuk kasus di mana paspor jemaah tertahan di maktab yang berbeda sehingga kartu Nusuk belum bisa diberikan. Namun masalah ini telah diidentifikasi dan dikoordinasikan agar segera rampung.

“Kami telusuri, betul ternyata syarikah yang harusnya memberikan Nusuk ternyata paspornya dipegang maktab yang lain. Jadi ini sudah kita komunikasikan, ini bisa membuat tenang jemaah untuk masuk ke Harom. Ini menjadi tiket pada saat nanti ke Arafah,” ujar Hilman.

Kartu Nusuk, sebagai identitas digital jemaah, wajib dimiliki untuk mengakses layanan haji seperti Masjidil Haram serta puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Kemenag terus menargetkan agar seluruh jemaah yang telah tiba di Makkah segera mendapatkan kartu Nusuk, demi kelancaran dan ketenangan beribadah.

Dengan semakin dekatnya jadwal puncak haji, optimisme pun menguat. Hilman menyatakan, “Kami berharap seluruh jemaah segera dapat kartu Nusuk dan bisa beribadah dengan tenang. Ini kerja kolektif yang terus kita kawal setiap hari.”

Bagi jemaah, keberadaan kartu Nusuk bukan sekadar formalitas, tetapi kunci akses yang akan memastikan rangkaian ibadah haji berjalan lancar, nyaman, dan penuh makna.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore