
Calon jemaah haji dari Embarkasi BTJ Aceh 04 saat keluar dari Bandara Jeddah. (MCH 2025)
JawaPos.com – Perjalanan jemaah haji Indonesia menuju Makkah kini makin nyaman dan efisien. Khususnya pada fase gelombang kedua yang langsung mendarat di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah dan melanjutkan perjalanan ke Makkah tanpa singgah di Madinah.
Berbeda dengan gelombang pertama yang sempat mengalami kendala akibat jemaah terpisah bus karena perbedaan syarikah, kini sistem transportasi mulai disesuaikan dan dimudahkan.
Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara Abdul Basir memastikan bahwa Pemerintah Arab Saudi telah mengadaptasi sistem baru yang memperbolehkan jemaah dari syarikah berbeda menumpang satu bus.
Kebijakan ini dianggap sebagai solusi untuk meminimalkan keterlambatan dan kekacauan yang sempat terjadi, seperti yang sebelumnya harus diatasi dengan mengumpulkan jemaah yang terpisah ke hotel transit khusus di Madinah, seperti di Diyar Taiba.
“Kalau dulu satu bus harus satu syarikah, sekarang Saudi juga mengizinkan jemaah yang berbeda syarikah dalam satu bus,” ujar Basir di Jeddah, Rabu (21/5).
Aturan teknisnya, satu bus kini diperbolehkan melayani maksimal dua hotel. Namun jika terdapat lebih banyak tujuan hotel dalam satu kloter, proses pemecahan akan dilakukan setibanya di Makkah oleh masing-masing syarikah.
“Kalau kondisi hotelnya banyak, mereka juga mengizinkan, dan nanti pemecahannya ada di Makkah oleh para syarikah mereka,” jelasnya. Langkah ini dinilai signifikan dalam mengurangi potensi keterlambatan pergerakan jemaah dari bandara ke kota suci.
Selain perubahan sistem, Basir juga menyebut adanya peningkatan kualitas pelayanan dari pihak Arab Saudi.
“Yang terlihat di lapangan justru peningkatan layanan oleh Arab Saudi. Banyak sekali petugas dari wukalla (pelaksana teknis syarikah) yang membantu jemaah kita, terutama jemaah berkursi roda, lansia, maupun yang berkebutuhan khusus,” katanya.
Sementara itu, proses di bandara Jeddah juga semakin cepat, terutama bagi jemaah yang menggunakan layanan fast track atau jalur Makkah Route. Proses layanan bisa selesai hanya dalam waktu sekitar 20 menit.
Untuk jalur reguler, waktu tunggu tidak lebih dari satu jam. Meski demikian, Basir mengingatkan bahwa disiplin dari jemaah tetap menjadi faktor penting dalam kelancaran proses.
“Ikuti aturan Arab Saudi dan arahan PPIH. Contohnya, jangan datang ke bandara belum memakai kain ihram. Nanti akan ada tambahan waktu untuk berihram, dan itu bisa memperlambat proses,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya memperhatikan barang bawaan. Terlalu banyak barang atau pengemasan yang tidak sesuai dapat menimbulkan kecurigaan dari petugas keamanan dan memperlambat proses masuk ke Makkah.
“Kalau bandara identik dengan barang bawaan, jangan sampai bawaan jemaah memperlambat pelayanan yang mengakibatkan mereka lebih lama sampai ke kota Makkah,” imbuhnya.
Basir bahkan mencontohkan kejadian yang baru terjadi hari itu. Salah satu koper jemaah terpaksa dibongkar oleh otoritas Saudi karena dibungkus terlalu rapat dengan lakban dan dicurigai membawa barang berbahaya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
