
Dari kiri: Aep Ahmad Sayuti, Nasywa Raudhatul Azka, Alya Laily Afifah, dan Neng Nurjannah yang berhaji sekeluarga. (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com)
JawaPos.com – Berhaji sekeluarga menjadi impian banyak Muslim. Namun hanya sedikit yang benar-benar bisa mewujudkannya.
Salah satunya adalah keluarga Aep Ahmad Sayuti, jemaah asal Bandung Selatan dari Kloter 7 Embarkasi Kertajati. Tahun ini, dia berangkat haji bersama Neng Nurjannah, istri dan dua putrinya: Nasywa Raudhatul Azka, 21, dan Alya Laily Afifah, 19.
Bagi Aep, ini bukan sekadar perjalanan ibadah, tetapi juga penggenapan harapan yang ia doakan sejak tahun 2000.
“Saya sudah niat, ingin anak saya bisa berhaji sebelum menikah. Karena ibadah haji itu ibadah fisik, lebih baik dilakukan saat masih muda dan kuat,” ungkapnya saat ditemui di Makkah.
Keinginan itu bukan tanpa rintangan. Aep sempat bisa berangkat haji lebih dulu di 2022, tetapi pandemi Covid-19 membuat jadwalnya tertunda.
Ia kemudian menyusun strategi agar anak-anaknya bisa ikut di tahun yang sama. Meski sempat hampir gagal karena masalah usia administrasi, akhirnya Alya yang saat itu baru berusia 18 tahun, bisa masuk dalam daftar keberangkatan 2024.
“Itu karunia dari Allah yang tak bisa saya ukur. Rasanya luar biasa bisa berhaji berempat,” kata Aep dengan mata berkaca-kaca.
Ia menambahkan, mimpi ini bisa terwujud meski ekonominya sempat turun pascapandemi. “Saya tidak punya deposito besar, tapi Allah beri jalan. Saya usaha kecil-kecilan, tapi cukup. Bisa berangkat tanpa jual apa pun,” katanya.
Bagi sang, Alya, berhaji bersama orang tua juga menjadi pengalaman yang tak terlupakan. “Alhamdulillah, ada senang, ada sedihnya juga. Senangnya karena ini hal langka bisa ke sini bareng-bareng, bisa ibadah sama orang tua. Sedihnya karena adik-adik belum semua ikut,” ujar Alya yang tergolong jemaah haji muda.
Ia mengaku banyak belajar dan dibimbing langsung oleh orang tuanya sebelum berangkat, termasuk menghafal doa-doa, tata cara tawaf, dan makna ibadah yang dijalankan.
“Orang tua saya selalu ingatkan kalau ke sini itu bukan cuma jalan-jalan, tapi harus serius untuk ibadah,” katanya.
Sepulang dari Tanah Suci nanti, Alya berharap bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan menjadi panutan untuk adik-adiknya.
“Saya ingin jadi wanita yang lebih saleha dan bisa membanggakan umi dan jadi contoh yang baik,” ungkapnya.
Aep pun tak berhenti di sini. Ia sudah menyiapkan rencana untuk memberangkatkan adik-adik Alya yang masih mondok di pesantren, termasuk satu anak yang saat ini masih kelas 4 SD.
“Kalau ada rezeki, saya ingin terus dampingi mereka ke sini. Biar mereka belajar langsung. Karena haji ini juga proses pendidikan ruhani dan kedewasaan,” tegasnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
