Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 15 Mei 2025 | 21.56 WIB

Tanpa Tarwiyah, Jemaah Haji Khusus Pilih Skema Nyaman untuk Lansia dan Risti

CEO Konsorsium El Makaya, Fatima Kartika Sari (PIHK). (Media Center Haji 2025)

JawaPos.com – Layanan haji khusus yang diselenggarakan oleh Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) mulai terasa manfaatnya bagi jemaah Indonesia yang tiba lebih awal di Tanah Suci. Salah satunya adalah konsorsium PIHK El Makkaya, yang tahun ini membawa 77 jemaah dan 6 petugas.

Dalam wawancara dengan CEO El Makkaya, Fatima Kartika Sari, menjelaskan bahwa konsorsium mereka terdiri dari enam PIHK dan berkomitmen tinggi dalam memberikan pelayanan prima, terutama bagi jemaah lansia yang jumlahnya cukup signifikan.

“Sekitar 30 persen dari jemaah kami masuk kategori risiko tinggi. Karena itu, kami desain program yang ramah lansia, dari akomodasi, ziarah, hingga skema waktu saat puncak haji nanti,” ujar Fatima saat ditemui di Madinah, Rabu (15/5).

Para jemaah menginap di Hotel Dalalat Taiba, hotel berbintang lima yang berjarak dekat dengan Masjid Nabawi. Mereka akan menetap di Madinah selama 9 hari 10 malam, dengan program arbain sebagai bagian dari paket haji.

“Nanti pada tanggal 23 Mei atau 25 Zulqadah, kami akan bergeser ke Makkah dan menginap di hotel bintang lima di sekitar Masjidil Haram. Setelah 31 Mei, kami akan pindah ke hotel transit yang dekat dengan Mina,” papar Fatima.

PIHK El Makkaya juga memilih syarikah sebagai mitra layanan haji tahun ini. Seluruh jemaah sudah memiliki kartu Nusuk dan akan ditempatkan di Maktab 113 saat fase Armuzna. Skema puncak ibadah haji juga disesuaikan dengan kebutuhan jemaah.

“Karena banyak yang lansia dan kondisi cuaca ekstrem, kami tidak ikut Tarwiyah. Semua jemaah akan langsung diberangkatkan ke Arafah pada 9 Dzulhijjah,” jelasnya.

Pelayanan yang diberikan tidak hanya mengandalkan petugas, tetapi juga membentuk sistem kekeluargaan antarsesama jemaah. “Kami pastikan tim petugas solid dan sigap. Kami juga libatkan jamaah untuk saling bantu dan menjaga satu sama lain,” imbuh Fatima.

Dari sisi dokumen dan manasik, seluruh jemaah dinyatakan siap. Bahkan jadwal ziarah ke Raudhah dan Masjid Quba sudah dirancang dengan mempertimbangkan kondisi fisik jemaah.

“Kami jadwalkan ziarah ke Raudhah pada Minggu, 18 Mei. Kami pastikan tidak ada jadwal padat agar jemaah tidak kelelahan,” katanya.

Terkait biaya, Fatima menjelaskan bahwa harga paket haji khusus saat ini berkisar USD 15.000 atau sekitar Rp 235 juta, tergantung nilai tukar dollar AS saat pelunasan.

“Biaya itu sudah termasuk seluruh fasilitas premium: hotel bintang lima, konsumsi, transportasi eksklusif, dan pendampingan intensif. Dengan waktu tunggu 5–6 tahun, ini jadi pilihan realistis untuk yang ingin berhaji tanpa antre puluhan tahun,” tuturnya.

Dengan pelayanan yang nyaman dan pendekatan personal, PIHK seperti El Makkaya ingin memastikan jemaah haji khusus tetap bisa beribadah dengan khusyuk, aman, dan sehat selama di Tanah Suci.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore