Koki dari katering Uhud Taibah sedang memasak untuk makanan calon jemaah haji di Madinah. (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com)
JawaPos.com – Aroma masakan khas Nusantara kini tak hanya tercium di dapur-dapur Indonesia, tetapi juga meruap di dapur katering Tanah Suci. Hingga hari ke-13 operasional haji, tercatat lebih dari 1,5 juta boks makanan telah disajikan untuk jemaah haji Indonesia yang tengah menunaikan rukun Islam kelima di Arab Saudi.
Menurut data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), hingga Rabu (14/5), total 85.678 jemaah telah mendarat di Madinah dalam 218 kelompok terbang (kloter). Dari jumlah tersebut, sebanyak 58 kloter dengan 22.748 jemaah telah diberangkatkan ke Makkah.
“Hingga hari ini, total sudah lebih dari 1,5 juta boks katering diberikan kepada jemaah haji. Sekitar 1,3 juta boks dibagikan di Madinah dan 200 ribu di Makkah,” ungkap Kepala Bidang Katering PPIH Arab Saudi, Sutikno, di Madinah.
Selama masa tinggal delapan hingga sembilan hari di Madinah, jemaah mendapat layanan tiga kali makan sehari. Layanan ini tetap berlanjut saat mereka berpindah ke Makkah, termasuk untuk para jemaah lansia dan disabilitas yang didampingi keluarga.
“Sajian katering bercita rasa Nusantara ini diantarkan tepat waktu untuk dinikmati bersama, baik oleh pasangan suami-istri, orang tua dan anak, maupun para lansia bersama pendampingnya,” tambah Sutikno.
Menu makanan yang disiapkan tidak monoton. Setiap hari disajikan beragam varian, mulai dari nasi gurih, nasi uduk, nasi goreng, hingga nasi kuning. Sayurannya pun bervariasi seperti tumis wortel, jagung, jamur, teri balado, hingga acar timun.
Untuk lauk, jemaah disuguhi sajian favorit khas Indonesia seperti:
Olahan telur: telur balado, orak-arik, telur dadar
Ayam: ayam goreng Kalasan, ayam rica-rica, ayam panggang
Ikan: patin goreng, tuna cabe hijau, patin balado
Daging: rendang, semur, sapi lada hitam, hingga bistik
Setiap boks makanan juga dilengkapi dengan buah segar dan air mineral. Menariknya, makanan disajikan dalam keadaan hangat berkat sistem distribusi hotbox yang efisien.
Setiap dapur memproduksi 3.500 hingga 5.000 porsi per hari. Waktu memasak disesuaikan dengan jadwal makan. Untuk makan malam misalnya, proses memasak dimulai sejak pukul 12.00 WAS dan pukul 16.00 makanan telah siap dikirim ke hotel.
“Jam 18.00 WAS makanan sudah tiba di hotel dan siap disantap. Batas konsumsinya maksimal tiga jam setelah diterima,” kata Sutikno.

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
