Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Mei 2025 | 06.18 WIB

Cegah Penumpukan, Petugas di Bir Ali Direposisi untuk Layani Jemaah HJi Secara Maksimal

Calon jemaah haji Indonesia saat di Bir Ali. Mereka sudah mengenakan kain ihram dari hotel untuk mempercepat proses. (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com) - Image

Calon jemaah haji Indonesia saat di Bir Ali. Mereka sudah mengenakan kain ihram dari hotel untuk mempercepat proses. (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com)

JawaPos.com – Proses miqat di Masjid Bir Ali, Madinah, terus dievaluasi agar pelayanan kepada jemaah haji Indonesia semakin optimal. Salah satu langkah yang dilakukan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) adalah dengan mereposisi penempatan petugas di sejumlah titik strategis di kawasan miqat.

Muhammad, Kepala Sektor Bir Ali, menyampaikan bahwa langkah ini diambil karena adanya perluasan wilayah di area Masjid Bir Ali. Dengan perubahan tersebut, petugas diharapkan bisa lebih mudah menjangkau jemaah dan membantu mereka menjalankan miqat secara efisien.

“Terkait dengan evaluasi yang kita lakukan, kita melakukan reposisi penempatan petugas dengan menempatkan di posisi strategis. Hal ini agar lebih maksimal dalam melayani jemaah,” ujar Muhammad saat dikonfirmasi di Bir Ali, Selasa (13/5).

Dalam pelaksanaannya, Muhammad juga mengingatkan ketua kloter dan ketua rombongan agar memastikan jemaah sudah mengenakan pakaian ihram dan berwudu sejak dari hotel. Tujuannya, agar waktu singgah di Bir Ali bisa lebih singkat dan tidak menimbulkan kepadatan.

“Batas waktu di Bir Ali hanya 15 menit. Jadi kita usahakan seefisien mungkin,” katanya menegaskan.

Khusus untuk jemaah lansia dan disabilitas, Muhammad meminta agar mereka tidak perlu turun dari bus. Mereka cukup melafalkan niat umrah dari dalam kendaraan, dan hal ini diakui sah secara syariat.

“Kita harapkan memang untuk seluruh lansia dan disabilitas cukup di dalam bus saja berniat. Itu sah, dan secara syariat dibolehkan,” ujarnya.

Langkah ini juga dilakukan demi menjaga keselamatan dan kesehatan jemaah. Cuaca yang sangat panas dan jarak tempuh ke dalam masjid bisa menjadi tantangan berat, terutama bagi jemaah rentan.

“Karena cuaca sangat panas dan jaraknya jauh, akan sangat melelahkan untuk mereka turun. Ini demi keselamatan,” jelas Muhammad.

Pada Selasa (13/5), tercatat 7.025 jemaah dari 18 kloter melaksanakan miqat di Bir Ali. Mereka diberangkatkan menggunakan 172 bus dari berbagai hotel di Madinah.

Proses pendorongan jemaah dari Madinah ke Makkah masih akan terus berlangsung hingga 25 Mei 2025, sesuai jadwal resmi PPIH. Ribuan jemaah akan melanjutkan perjalanan spiritualnya menuju Masjidil Haram untuk menunaikan umrah wajib sebagai bagian dari ibadah haji tamattu’.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore