Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 5 Mei 2025 | 22.08 WIB

Bumbu Asli Indonesia Jadi Kunci Katering Haji, Ini Dapur Raksasa Pemasok Makanan Jemaah di Madinah

Koki dari katering Uhud Taibah sedang memasak untuk makanan calon jemaah haji di Madinah. (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com) - Image

Koki dari katering Uhud Taibah sedang memasak untuk makanan calon jemaah haji di Madinah. (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com)

JawaPos.com - Aroma masakan Indonesia tercium pekat dari balik dapur besar yang berlokasi di Jalan Pangeran Nayef Bin Abdulaziz, Madinah. Di sinilah dapur Uhud Taibah for Catering, satu dari 21 perusahaan katering yang dipercaya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi calon jemaah haji Indonesia selama berada di Madinah.

Malam itu, Minggu (4/5), Chef Muhammad Suhendi asal Cisarua, Bogor yang bertugas mengajak berkeliling dapur. Chef Suhendi menjelaskan, seluruh menu disiapkan dengan sentuhan khas Nusantara.

“Pemerintah Indonesia membantu kami dengan menyiapkan bumbu jadi. Semua bumbu dan rempah-rempah asli dari Indonesia. Komposisinya sekitar 90 persen bahan dari Indonesia,” ujar Suhendi saat tur dapur berlangsung pukul 23.00 WAS atau Senin (5/5) dini hari WIB.

Dapur Uhud Taibah Catering terbagi menjadi beberapa zona. Tur dimulai dari dapur kering, tempat meracik dan merajang bumbu tambahan secara manual. Kemudian masuk ke hot room, ruangan utama memasak dengan deretan kompor dan panci besar berisi kuah, nasi, dan aneka lauk.

Di gudang penyimpanan, tersusun rapi bumbu-bumbu dalam kemasan dari Indonesia, mulai dari bumbu gepuk hingga bumbu cabe ijo. Ruangan selanjutnya adalah cold room untuk membekukan daging. Sementara buah-buahan segar disimpan di ruangan pendingin berbeda dengan suhu lebih stabil.

Suhendi menekankan pentingnya penggunaan bumbu asli Indonesia untuk mempertahankan cita rasa khas Nusantara.

“Pemerintah Indonesia membantu sekali untuk memudahkan proses memasak karena sudah ada bumbu siap pakai. Semua bumbu dan rempah asli Indonesia yang dibawa ke Tanah Suci,” jelasnya.

Ia menyebut dalam setiap paket makanan, sekitar 90 persen bumbu yang digunakan berasal dari Indonesia, yang sudah dikemas secara higienis dan dikirim langsung dari Tanah Air.

Menurutnya, penggunaan bumbu Indonesia bukan tanpa alasan. Menu masakan Indonesia cenderung lebih ringan dan tidak menyengat seperti masakan khas Arab, sehingga lebih cocok untuk selera jemaah Indonesia, terutama lansia.

“Bumbu kita lebih soft. Makanya dipilih oleh pemerintah supaya jemaah nyaman, makan tetap enak, tidak terlalu asing,” kata Suhendi.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan pemerintah dalam menyiapkan daftar menu dan sistem rotasi makanan. Menu telah ditentukan oleh petugas haji Indonesia jauh-jauh hari dan disusun bergilir agar tidak membosankan.

“Dengan begitu, ibadah bisa tenang, makan pun enak dan sesuai kebutuhan,” ujarnya lagi.

Tim dapur Uhud Taibah sendiri bekerja nyaris tanpa henti, dimulai dari peracikan bumbu tambahan, penyortiran bahan mentah, hingga memasak dalam dapur besar bertipe hot room.

Suhendi menyebutkan bahwa tiap masakan disiapkan dalam porsi besar dan dilakukan dengan pengawasan ketat agar higienis dan tidak kehilangan rasa khas Indonesia.

Dadang Suratman, tenaga ahli pengawasan konsumsi dari Poltekpar NHI Bandung, yang juga menjadi pengawas katering PPIH Arab Saudi menjelaskan bahwa menu makanan diolah dan disajikan dengan standar tinggi.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore