Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 3 Mei 2025 | 00.53 WIB

Tidak Seperti Plesiran ke Paris Atau Singapura, Menag Ingatkan Haji Perjalanan Spiritual

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar  saat pelepasan Kloter Haji 2025 perdana (JKG-01) di Asrama Haji Pondok Gede pada Kamis (1/5) malam. (Istimewa) - Image

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar saat pelepasan Kloter Haji 2025 perdana (JKG-01) di Asrama Haji Pondok Gede pada Kamis (1/5) malam. (Istimewa)

JawaPos.com - Dalam pelepasan Kloter Haji 2025 perdana (JKG-01) di Asrama Haji Pondok Gede pada Kamis (1/5) malam, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar berpesan banyak hal. Khususnya terkait dengan ibadah. Dia menegaskan bahwa haji adalah ibadah atau perjalanan spiritual. 

Nasaruddin berpesan supaya para jemaah haji untuk nenata niat. Perjalanan haji harus benar-benar diniatkan untuk ibadah. Kemudian juga harus memperbanyak syukur, karena diberikan kesempatan untuk menunaikan rukun Islam yang kelima itu. 

"Perjalanan haji hukan perjalanan biasa. Beda sama ke Paris atau Singapura. (Haji) ini bukan perjalanan horizontal," kata Nasaruddin. Imam Besar Masjid Istiqlal itu mengatakan haji adalah perjalanan verikal atau ketuhanan. Sama seperti orang yang sedang melaksanakan ibadah salat. Dia menyebut haji adalah perjalanan menuju langit. 

"Tujuan berhaji bukan untuk memperoleh gelar haji," katanya. Tetapi barus diniatkan semata-mata karena Allah. Perjalanan haji harus didasari dengan niat yang suci. Kemudian harus dengan rasa penuh keikhlasan. 

Menurut Nasaruddin rasa ikhlas adalah vitamin yang ampuh. Dia mengatakan ketika berhaji dengan rasa ikhlas, maka daya tahan tubuh akan menjadi kuat. Sebaliknya jika tidak ikhlas, badan menjadi loyo serta cepat capek. "Jadi vitamin paling mujarab adalah ikhlas. Kalau ikhlas, ada energi batin," tuturnya. 

Nasaruddin lantas menyampaikan bahwa pemeriksaan dokumen haji di Makkah saat ini sangat ketat. Banyak polisi berjaga di depan hotel-hotel. Secara teliti polisi memeriksa visa jemaah. Jika kedapatan tidak memiliki visa haji, akan diproses hukum. "Jangan sampai ketinggalan visa hajinya dan paspornya," kata Nasaruddin. 

Dia sendiri mengalami pemeriksaan dokumen yang ketat. Seperti diketahui beberapa hari lalu Nasaruddin berkunjung ke Madinah dan Makkah untuk memenuhi undangan Kerajaan Saudi. Ketika keluar dari hotel di Tower Zam-Zam, Nasaruddin sempat dicegat polisi setempat. "Polisinya pakai baju hitam," katanya. 

Nasaruddin sempat dicegah keluar karena tidak bisa menunjukkan visa haji. Namun kemudian dia menunjukkan bahwa mendapatkan undangan khusus dari Kerajaan Arab Saudi. Yaitu menjadi pembicara pada forum hadis di Madinah. Dia sekaligus ke Makkah untuk meninjau kondisi terkini jelang kedatangan jemaah haji Indonesia. (wan) 

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore