Menteri Agama Nasaruddin Umar saat melepas calon jemaah haji Indonesia menuju Arafah untuk melakukan wukuf, Rabu (4/6). (MCH 2025)
JawaPos.com – Pelaksanaan ibadah haji 2025 telah melewati puncaknya. Ribuan jemaah Indonesia kini mulai kembali ke Tanah Air dengan membawa cerita, pengalaman spiritual, dan harapan. Di balik hiruk-pikuk dan tantangan teknis yang menyertai, suara-suara bijak muncul sebagai ajakan untuk lebih jernih menyikapi dan bersama memperbaiki.
Salah satunya datang dari Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Sekjen MUI) Amirsyah Tambunan. Dalam refleksinya yang disampaikan di Kantor Daerah Kerja Madinah, Kamis (12/6), Amirsyah menyebut pelaksanaan haji tahun ini berjalan sukses, selaras dengan tema “Aman, Nyaman, Mabrur Sepanjang Umur”.
"Alhamdulillah sudah berjalan, meskipun ada catatan penting yang harus kita lakukan perbaikan," ujarnya. Ia mengajak masyarakat untuk tidak terjebak pada narasi saling menyalahkan, melainkan membuka ruang dialog dan evaluasi bersama.
Lebih dari sekadar ibadah ritual, Amirsyah menggarisbawahi bahwa haji adalah urusan umat dan bangsa. “Bicara soal haji ini bukan bicara orang per orang, bukan bicara sebuah lembaga tersendiri. Tapi ini bicara umat dan bangsa kita. Karena itu mari doakan bangsa kita ini, atas nama bangsa Indonesia,” tegasnya.
Dalam pandangan Amirsyah, tantangan dalam pelaksanaan haji bukanlah alasan untuk saling menjatuhkan. Justru momen ini bisa menjadi titik balik untuk memperkuat solidaritas, memperbaiki sistem, dan meningkatkan pelayanan secara menyeluruh.
Amirsyah juga menyoroti fenomena ramainya kritik sepihak di media sosial. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak buru-buru menghakimi sebelum tabayun atau klarifikasi.
“Ada yang tanya, kenapa petugas nggak pakai ihram? Saya jawab, itulah petugas. Hebatnya petugas ya begitu, yang penting bisa melayani jemaah,” ujarnya sambil mencontohkan salah satu kasus yang sempat viral. Dalam situasi seperti itu, katanya, publik justru harus menahan diri agar tidak menyebarluaskan informasi yang menyesatkan.
Amirsyah mengutip fatwa MUI Nomor 24 Tahun 2017 tentang hukum bermuamalah di media sosial. “Kalau kita mempercaya media yang hoaks, bohong, fitnah, itu berdosa. Dan menyebarluaskan sama hukumnya,” ujarnya mengingatkan.
Menurut Amirsyah, evaluasi adalah keniscayaan. Amirsyah menyebut sejumlah hal yang perlu terus diperkuat, mulai dari sumber daya manusia (SDM) petugas haji hingga dukungan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Ia menilai sistem pelaporan harian sudah membaik, tetapi masih perlu diperkuat lagi ke depannya.
"Apapun, sumber daya manusia kita sudah berjibaku hebat. Tapi kalau tidak didukung oleh sistem, tetap kurang maksimal," ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan sistem tidak bisa dilepaskan dari kerja sama antarnegara, khususnya antara Indonesia dan Arab Saudi, yang terus bertransformasi dari sisi regulasi maupun teknis pelaksanaan haji.
Di akhir pernyataannya, Amirsyah menyerukan untuk terus mendoakan pemerintah dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan haji. Ia menyebut nama Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar sebagai pemimpin yang saat ini mengemban amanah besar dalam pelayanan ibadah haji.
"Apakah nanti akan dikelola oleh Kementerian Agama atau Badan Pengelola Haji, yang jelas semua ini atas nama bangsa Indonesia," ujarnya.
Pelaksanaan haji tahun ini mungkin belum sempurna. Tapi dengan semangat kolaboratif dan evaluasi yang jujur, refleksi ini bisa menjadi pijakan menuju perbaikan yang lebih menyeluruh di masa mendatang.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
