Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Mei 2025 | 05.04 WIB

Bahagianya Alya, Haji Muda 19 Tahun Asal Bandung yang Bisa Berangkat ke Tanah Suci Sekeluarga

Dari kiri: Aep Ahmad Sayuti, Nasywa Raudhatul Azka, Alya Laily Afifah, dan Neng Nurjannah yang berhaji sekeluarga. (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com) - Image

Dari kiri: Aep Ahmad Sayuti, Nasywa Raudhatul Azka, Alya Laily Afifah, dan Neng Nurjannah yang berhaji sekeluarga. (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com)

JawaPos.com – Berhaji sekeluarga menjadi impian banyak Muslim. Namun hanya sedikit yang benar-benar bisa mewujudkannya.

Salah satunya adalah keluarga Aep Ahmad Sayuti, jemaah asal Bandung Selatan dari Kloter 7 Embarkasi Kertajati. Tahun ini, dia berangkat haji bersama Neng Nurjannah, istri dan dua putrinya: Nasywa Raudhatul Azka, 21, dan Alya Laily Afifah, 19.

Bagi Aep, ini bukan sekadar perjalanan ibadah, tetapi juga penggenapan harapan yang ia doakan sejak tahun 2000.

“Saya sudah niat, ingin anak saya bisa berhaji sebelum menikah. Karena ibadah haji itu ibadah fisik, lebih baik dilakukan saat masih muda dan kuat,” ungkapnya saat ditemui di Makkah.

Keinginan itu bukan tanpa rintangan. Aep sempat bisa berangkat haji lebih dulu di 2022, tetapi pandemi Covid-19 membuat jadwalnya tertunda.

Ia kemudian menyusun strategi agar anak-anaknya bisa ikut di tahun yang sama. Meski sempat hampir gagal karena masalah usia administrasi, akhirnya Alya yang saat itu baru berusia 18 tahun, bisa masuk dalam daftar keberangkatan 2024.

“Itu karunia dari Allah yang tak bisa saya ukur. Rasanya luar biasa bisa berhaji berempat,” kata Aep dengan mata berkaca-kaca.

Ia menambahkan, mimpi ini bisa terwujud meski ekonominya sempat turun pascapandemi. “Saya tidak punya deposito besar, tapi Allah beri jalan. Saya usaha kecil-kecilan, tapi cukup. Bisa berangkat tanpa jual apa pun,” katanya.

Bagi sang, Alya, berhaji bersama orang tua juga menjadi pengalaman yang tak terlupakan. “Alhamdulillah, ada senang, ada sedihnya juga. Senangnya karena ini hal langka bisa ke sini bareng-bareng, bisa ibadah sama orang tua. Sedihnya karena adik-adik belum semua ikut,” ujar Alya yang tergolong jemaah haji muda.

Ia mengaku banyak belajar dan dibimbing langsung oleh orang tuanya sebelum berangkat, termasuk menghafal doa-doa, tata cara tawaf, dan makna ibadah yang dijalankan.

“Orang tua saya selalu ingatkan kalau ke sini itu bukan cuma jalan-jalan, tapi harus serius untuk ibadah,” katanya.

Sepulang dari Tanah Suci nanti, Alya berharap bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan menjadi panutan untuk adik-adiknya.

“Saya ingin jadi wanita yang lebih saleha dan bisa membanggakan umi dan jadi contoh yang baik,” ungkapnya.

Aep pun tak berhenti di sini. Ia sudah menyiapkan rencana untuk memberangkatkan adik-adik Alya yang masih mondok di pesantren, termasuk satu anak yang saat ini masih kelas 4 SD.

“Kalau ada rezeki, saya ingin terus dampingi mereka ke sini. Biar mereka belajar langsung. Karena haji ini juga proses pendidikan ruhani dan kedewasaan,” tegasnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore