
Mbah Sumbuk, jemaah haji asal Kebumen yang berusia 109 tahun. (MCH 2025)
JawaPos.com – Pagi itu, bandara disesaki ribuan jemaah, namun mata banyak orang tertuju pada sosok perempuan berkerudung abu-abu dengan rambut putih bersih, mengenakan baju batik cokelat dan selimut tebal. Di balik wajah renta dan tubuh yang renta, tersimpan tekad baja untuk menunaikan rukun Islam kelima.
“Alhamdulillah… Mbah tekan kene… (Mbah sampai di sini)”. Suara itu terdengar lirih, namun menggetarkan hati. Kalimat syukur itu meluncur dari bibir keriput seorang perempuan sepuh yang baru saja menjejakkan kaki di Tanah Suci.
Ia adalah Mbah Sumbuk, jemaah haji asal Indonesia yang kini berusia 109 tahun, menjadikannya jemaah tertua pada musim haji 2025.
Lahir pada 1916 di Kota Kebumen, Jawa Tengah, nama Mbah Sumbuk mungkin tidak tercetak di buku sejarah. Tapi pagi itu, Minggu (18/5), Mbah Sumbuk yang kini tinggal di Bekasi menciptakan sejarahnya sendiri.
Disambut sinar mentari yang menembus langit Jeddah, Mbah Sumbuk tiba di Bandara Internasional King Abdul Aziz (KAIA) dengan kloter JKS-33, penuh haru dan syukur, sambil duduk di kursi roda, berselimut oranye gelap yang menutupi kakinya.
Tak sendiri, Mbah Sumbuk berhaji bersama empat anggota keluarga inti: anak, menantu, dan cucunya. Salah satu di antaranya adalah Sukmi, 56, anak ke-10, yang mendampingi selama perjalanan panjang dari Indonesia.
Setibanya di terminal, Mbah Sumbuk menoleh ke kanan dan kiri, lalu berucap dalam Bahasa Jawa yang lembut. “Ngendi lemete, Le? Kowe ngerti ora, ana lemet ora neng kene? (Mana lemetnya, nak? kamu tahu tidak, ada lemet apa tidak di sini?),” ujarnya.
Lemet adalah makanan tradisional dari singkong parut dan gula jawa, Makanan favorit Mbah Sumbuk.
Permintaan sederhana itu membuat para petugas tersenyum haru. Salah satu yang menyambut adalah Warijan, petugas haji yang secara kebetulan juga berasal dari Kebumen.
“Kowe wong Kebumen, Le? (Kamu orang Kebumen, nak?)” tanya Mbah Sumbuk. “Yo wis, melok nyong wae yo nang Makkah. Bareng-bareng wae, Le (Ya sudah, ikut aku aja ya ke Makkah. Bareng-bareng saja ya),” katanya.
Interaksi itu menyentuh. Di antara kerumunan, Mbah Sumbuk menemukan satu hal penting: sambutan yang tulus, rasa diterima, dan koneksi spiritual yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Penerbangan selama 10 jam membuat tubuh Mbah Sumbuk letih. Ia sempat tidak mau makan sepanjang perjalanan. Setiba di bandara, ia meminta air. “Aku pengen ngombe, Le (aku ingin minum, nak)” ujarnya pelan. Petugas pun sigap memberikan minuman dan memastikan kenyamanannya.
Pemerintah Indonesia telah menyiapkan armada khusus untuk jemaah lansia dan disabilitas. Untuk Mbah Sumbuk, disediakan bus dengan lift hidrolik. Kursi rodanya langsung diangkat ke dalam bus, tanpa perlu berpindah, memastikan ia tetap nyaman dan aman.
“Perjalanan Mbah Sumbuk ini bukan sekadar haji. Ini adalah ziarah cinta. Di usianya yang lewat satu abad, beliau hadir bukan karena kuat fisik, tapi karena kuatnya hati,” ujar salah satu petugas.
Bagi banyak orang, naik haji adalah impian. Tapi bagi Mbah Sumbuk, ini adalah kulminasi dari sebuah perjalanan panjang penuh kesabaran. Di saat sebagian orang seusianya sudah tak mampu bangkit dari tempat tidur, ia justru menembus batas, menjawab panggilan Allah dengan penuh cinta.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
