Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 15 Mei 2025 | 19.50 WIB

Tak Perlu Panik, Jemaah Bisa Masuk Makkah dan Masjidil Haram Meski Belum Pegang Kartu Nusuk

Calon jemaah haji asal Indonesia saat perekaman data untuk kartu nusuk, Jumat (2/5) malam waktu Arab Saudi. (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com)

JawaPos.com – Proses perpindahan jemaah haji Indonesia dari Madinah ke Makkah terus berjalan. Hingga Kamis (15/5), sebanyak 30.370 jemaah telah diberangkatkan dari Madinah, menyusul 95 ribu jemaah yang sebelumnya tiba sejak 2 Mei.

Namun, di tengah pergerakan besar ini, masih banyak jemaah yang belum menerima kartu nusuk, identitas resmi untuk akses ibadah haji di Makkah dan Masjidil Haram.

Padahal, kartu nusuk menjadi identitas penting dalam pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Kartu ini berfungsi seperti paspor perhajian untuk mengikuti puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Meski begitu, Ketua PPIH Arab Saudi Muchlis Hanafi memastikan para jemaah tak perlu cemas. Mereka tetap bisa masuk ke Makkah dan Masjidil Haram tanpa kendala, berkat skema mitigasi yang telah disiapkan pemerintah dan syarikah penyedia layanan haji.

Meski demikian, Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Muchlis Hanafi, memastikan bahwa jemaah tidak perlu panik. Ia menegaskan bahwa ada langkah mitigasi yang sudah disiapkan agar jemaah tetap dapat menjalankan ibadah dengan tenang.

“Sejauh ini, jemaah yang akan masuk ke Makkah itu belum ada yang terhambat karena kartu nusuknya,” ujar Muchlis dalam wawancara di Kantor Daker Madinah, Rabu malam (14/5).

Ia menjelaskan, masih rendahnya distribusi dan aktivasi kartu nusuk terjadi karena berbagai faktor. Mulai dari proses pencetakan yang belum rampung, kendala distribusi oleh pihak syarikah, hingga jemaah yang sulit ditemui karena tengah sibuk menjalankan ibadah arba’in di Madinah.

Namun, ada solusi yang telah diterapkan. “Dengan diantar oleh petugas syarikah atau menunjukkan visa haji, itu bisa masuk. Jadi meskipun kartu nusuk belum diterima, masih bisa ditolerir,” jelasnya.

Kepada jemaah yang belum mendapatkan nusuk, Muchlis meminta untuk tetap tenang. “Kami juga bekerja bersama syarikah untuk mendistribusikan itu. Dan jangan khawatir untuk masuk ke Mekah atau ke Masjidil Haram karena sudah ada langkah-langkah mitigasi agar jamaah tetap mendapat hak layanannya secara penuh,” tegasnya.

Dalam catatan PPIH, dari sekitar 90 ribu jemaah yang telah tiba melalui Madinah, masih ada sekitar 35 ribu yang belum menerima kartu nusuk. Pemerintah Arab Saudi pun memberikan tenggat waktu 48 jam kepada syarikah, dengan bantuan dari PPIH, untuk menyelesaikan distribusi tersebut.

“Jamaah yang belum mendapatkan nusuk, sudah kami backup dengan identitas tambahan seperti kartu kalung atau gelang. Itu bisa menjadi bukti bahwa mereka adalah jemaah resmi dari syarikah tertentu,” kata Muchlis.

Kementerian Haji Arab Saudi sendiri menekankan pentingnya nusuk dalam transformasi digital layanan haji. Semua data kontrak, pemvisaan, hingga layanan berbasis elektronik kini terintegrasi melalui sistem e-Hajj. Kartu nusuk menjadi output resmi dari sistem tersebut sebagai bukti kepemilikan paket layanan ibadah haji.

Dengan langkah antisipatif yang telah dilakukan, PPIH berharap seluruh jemaah bisa menjalankan ibadah dengan tenang dan nyaman, tanpa kekhawatiran soal kendala administratif. “Yang penting jamaah fokus ibadah. Kami yang bantu mengurus administrasinya,” pungkas Muchlis.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore