Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Mei 2025 | 20.52 WIB

Tips Agar Jemaah Haji Indonesia Tak Tersesat Naik Bus Shalawat di Makkah

Bus shalawat yang digunakan untuk mengantar jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram. (Media Center Haji 2025)

JawaPos.com – Fase pendorongan calon jemaah haji Indonesia dari Madinah ke Makkah memasuki hari keempat pada Selasa (13/5). Berdasarkan data Siskohat hingga pukul 09.30 Waktu Arab Saudi (14.30 WIB), tercatat sudah 15.170 jemaah tiba di Makkah. Sementara itu, 2.367 jemaah lainnya masih dalam perjalanan melalui jalur darat.

Sesampainya di Makkah, jemaah akan mulai menjalani aktivitas rutin salat lima waktu di Masjidil Haram. Untuk memudahkan mobilitas dari hotel ke masjid dan sebaliknya, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengoperasikan bus Sholawat 24 jam nonstop.

Namun, agar jemaah tidak tersesat saat pulang ke hotel, Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi, Muji Roni, mengingatkan beberapa hal penting yang harus diperhatikan setiap jemaah, khususnya terkait kartu rute dan sistem halte.

“Setiap jemaah nanti akan dikasih kartu rute. Ibarat tiket naik bus, itu ditempel di tas dokumen. Warnanya beda-beda. Jadi selain jemaah tahu, petugas juga langsung bisa mengenali,” jelas Muji di Makkah.

Satu Halte Satu Rute, Jangan Salah Naik

Muji menjelaskan bahwa sistem halte bus Shalawat di Makkah dirancang satu halte satu rute. Tidak ada halte yang dilayani oleh lebih dari satu rute bus. Dengan sistem ini, risiko jemaah salah naik bus bisa diminimalkan.

“Kalau jemaah berada di halte rute 6, maka hanya bus rute 6 yang berhenti di sana. Jadi kalau dia naik bus lain, pasti akan tersesat,” ujarnya.

Ia menambahkan, tidak ada petugas di dalam bus seperti kondektur. Karena itu, petugas lapangan dan sistem kartu rute menjadi andalan utama agar jemaah bisa naik dan turun di lokasi yang benar.

Ingat Terminal, Jangan Sendirian

Selain mengenali nomor rute dan halte, jemaah juga diminta mengingat terminal tempat turun saat pertama kali tiba di Masjidil Haram, seperti Terminal Syib Amir atau Jiad. Saat kembali, jemaah harus naik bus dari terminal yang sama sesuai rutenya.

Jika jemaah lupa atau kebingungan, petugas akan membantu. “Cukup tunjukkan kartu rutenya. Kalau hilang, petugas akan tanya dari hotel mana, nanti diarahkan ke rute yang sesuai,” kata Muji.

Ia juga mengimbau agar jemaah tidak berjalan sendirian, terutama lansia atau penyandang disabilitas. “Karakter jemaah kita komunal. Biasanya mereka jalan rombongan. Kemungkinan tersesat sangat kecil kalau tidak sendirian,” tambahnya.

PPIH telah menyiapkan 95 halte yang dijaga dua petugas selama 24 jam. Selain itu, untuk jemaah berkebutuhan khusus, tersedia 32 unit bus inklusif yang dilengkapi akses tangga landai dan kursi roda.

Dengan sistem rute yang ketat, kartu penanda, dan pengawasan di setiap halte, PPIH berharap jemaah dapat beribadah di Makkah dengan nyaman dan tidak mengalami kendala transportasi.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore