Bus shalawat yang digunakan untuk mengantar jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram. (Media Center Haji 2025)
JawaPos.com – Fase pendorongan calon jemaah haji Indonesia dari Madinah ke Makkah memasuki hari keempat pada Selasa (13/5). Berdasarkan data Siskohat hingga pukul 09.30 Waktu Arab Saudi (14.30 WIB), tercatat sudah 15.170 jemaah tiba di Makkah. Sementara itu, 2.367 jemaah lainnya masih dalam perjalanan melalui jalur darat.
Sesampainya di Makkah, jemaah akan mulai menjalani aktivitas rutin salat lima waktu di Masjidil Haram. Untuk memudahkan mobilitas dari hotel ke masjid dan sebaliknya, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengoperasikan bus Sholawat 24 jam nonstop.
Namun, agar jemaah tidak tersesat saat pulang ke hotel, Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi, Muji Roni, mengingatkan beberapa hal penting yang harus diperhatikan setiap jemaah, khususnya terkait kartu rute dan sistem halte.
“Setiap jemaah nanti akan dikasih kartu rute. Ibarat tiket naik bus, itu ditempel di tas dokumen. Warnanya beda-beda. Jadi selain jemaah tahu, petugas juga langsung bisa mengenali,” jelas Muji di Makkah.
Muji menjelaskan bahwa sistem halte bus Shalawat di Makkah dirancang satu halte satu rute. Tidak ada halte yang dilayani oleh lebih dari satu rute bus. Dengan sistem ini, risiko jemaah salah naik bus bisa diminimalkan.
“Kalau jemaah berada di halte rute 6, maka hanya bus rute 6 yang berhenti di sana. Jadi kalau dia naik bus lain, pasti akan tersesat,” ujarnya.
Ia menambahkan, tidak ada petugas di dalam bus seperti kondektur. Karena itu, petugas lapangan dan sistem kartu rute menjadi andalan utama agar jemaah bisa naik dan turun di lokasi yang benar.
Selain mengenali nomor rute dan halte, jemaah juga diminta mengingat terminal tempat turun saat pertama kali tiba di Masjidil Haram, seperti Terminal Syib Amir atau Jiad. Saat kembali, jemaah harus naik bus dari terminal yang sama sesuai rutenya.
Jika jemaah lupa atau kebingungan, petugas akan membantu. “Cukup tunjukkan kartu rutenya. Kalau hilang, petugas akan tanya dari hotel mana, nanti diarahkan ke rute yang sesuai,” kata Muji.
Ia juga mengimbau agar jemaah tidak berjalan sendirian, terutama lansia atau penyandang disabilitas. “Karakter jemaah kita komunal. Biasanya mereka jalan rombongan. Kemungkinan tersesat sangat kecil kalau tidak sendirian,” tambahnya.
PPIH telah menyiapkan 95 halte yang dijaga dua petugas selama 24 jam. Selain itu, untuk jemaah berkebutuhan khusus, tersedia 32 unit bus inklusif yang dilengkapi akses tangga landai dan kursi roda.
Dengan sistem rute yang ketat, kartu penanda, dan pengawasan di setiap halte, PPIH berharap jemaah dapat beribadah di Makkah dengan nyaman dan tidak mengalami kendala transportasi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
