Konjen RS untuk Arab Saudi Yusron B. Ambary saat memeriksa fasilitas kesehatan di KKHI Makkah. (Media Center Haji 2025)
JawaPos.com – Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah memperkuat sistem deteksi dini dan layanan spesialis menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan jumlah jemaah lansia yang signifikan.
Kondisi ini menjadi semakin krusial seiring dimulainya pergerakan jemaah dari Madinah ke Makkah pada Sabtu (10/5), termasuk 2.864 calon jemaah yang tergabung dalam tujuh kloter pertama yang mengambil miqat di Bir Ali.
Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) hingga Jumat (9/5), sebanyak 52.164 calon jemaah haji telah tiba di Madinah sejak 2 Mei.
Dari jumlah itu, 11.209 orang adalah lansia, atau sekitar 21,5 persen. Mayoritas dari mereka kini bersiap melanjutkan perjalanan menuju Makkah.
Kepala Bidang Kesehatan Daker Madinah, dr. M. Imron, mengatakan sistem kesehatan jemaah kini tidak hanya mengandalkan dokter dan perawat di tiap kloter, tetapi diperkuat dengan tim visitasi dari dokter spesialis.
“Kami turunkan dokter spesialis penyakit dalam, jantung, dan paru ke hotel-hotel untuk deteksi dini kasus berisiko tinggi,” ujarnya.
Selain memperkuat pemantauan, KKHI juga menyiapkan ruang UGD, observasi, rawat inap, serta fasilitas khusus untuk pasien dengan gejala demensia ringan.
“Jika ada kondisi darurat, jemaah bisa langsung dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi, tanpa harus transit di KKHI,” terang Imron.
Prakiraan cuaca dari The Weather Channel menunjukkan suhu di Madinah dan Makkah tidak bersahabat bagi jemaah lansia.
Madinah hari ini mencatat suhu maksimum 41°C dan akan terus naik hingga 44°C pada pekan depan. Sementara itu, suhu di Makkah juga mencapai 41°C dengan suhu malam tetap tinggi di 30°C dan kelembapan lebih rendah.
“Ini bukan kondisi ideal untuk lansia berjalan jauh tanpa pendamping,” tegasnya.
Imron meminta semua ketua regu dan rombongan meningkatkan pengawasan terhadap jemaah lansia. “Jangan biarkan mereka ke masjid atau aktivitas luar sendirian. Dampingi mereka, pastikan cukup minum, istirahat, dan konsultasi kesehatan rutin,” ucapnya.
Ia juga menekankan bahwa gejala seperti linglung, bicara ngelantur, atau mudah kelelahan bisa menjadi tanda awal dehidrasi berat dan gangguan elektrolit. “Jika muncul gejala itu, jangan tunggu. Segera laporkan ke dokter kloter atau bawa ke KKHI,” imbuhnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
