Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Mei 2025 | 20.53 WIB

7 Kloter Bergerak dari Madinah ke Makkah Sabtu 10 Mei, KKHI Ingatkan Waspada Heatstroke dan Jaga Stamina

Petugas kesehatan sedang mengecek ambulance yang akan digunakan untuk calon jemaah haji Indonesia di KKHI Makkah. (Media Center Haji 2025) - Image

Petugas kesehatan sedang mengecek ambulance yang akan digunakan untuk calon jemaah haji Indonesia di KKHI Makkah. (Media Center Haji 2025)

JawaPos.com – Cuaca panas ekstrem di Arab Saudi diprediksi akan terus berlanjut. Madinah mencatat suhu siang hari hingga 41°C dengan kelembapan rendah dan indeks UV tinggi.

The Weather Channel memperkirakan suhu ini akan terus meningkat hingga 44°C pada pekan depan. Di tengah kondisi tersebut, proses pergerakan jemaah haji Indonesia dari Madinah menuju Makkah resmi dimulai, Sabtu (10/5).

Hari pertama pergerakan tercatat melibatkan 7 kloter, 73 bus, dan 2.864 calon jemaah haji yang mengambil miqat di Bir Ali sebelum berangkat ke Makkah.

Dari data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) per Jumat (9/5) pukul 09.00 WAS, sebanyak 55.599 calon jemaah haji telah tiba di Madinah sejak 2 Mei, dan 11.934 di antaranya adalah lansia.

Dengan perpindahan menuju Makkah, calon jemaah haji dihadapkan pada tantangan cuaca yang tidak kalah ekstrem. Suhu di Makkah hari ini (Jumat, 9/5) tercatat mencapai 41°C pada siang hari, dengan kelembapan 27 persen dan suhu malam hari tetap tinggi di angka 30°C.

“Suhu ini sangat berat bagi jemaah lansia, apalagi yang memiliki komorbid,” ujar Kepala Bidang Kesehatan Klinik Haji Indonesia (KKHI) Madinah, dr. M. Imron.

Imron mengimbau jemaah untuk tidak memaksakan diri mengejar ibadah sunnah seperti arba’in di Masjid Nabawi. Terlebih bagi mereka yang memiliki riwayat hipertensi, diabetes, atau gangguan jantung.

“Lebih baik fokus menjaga stamina untuk fase puncak haji. Jangan sampai jatuh sakit hanya karena memaksakan ibadah tambahan,” ujarnya.

KKHI Madinah sendiri telah memperkuat pelayanan medis dengan sistem deteksi dini dan kunjungan lapangan oleh dokter spesialis.

Mereka juga telah menyiapkan ruang UGD, observasi, rawat inap pria dan wanita, serta fasilitas khusus untuk pasien dengan gejala gangguan kognitif ringan, seperti demensia.

Kondisi suhu ekstrem ini membuat pencegahan menjadi kunci. “Minum cukup air setiap jam, gunakan pelindung diri seperti topi, kacamata, masker, dan semprotan air. Jangan lupa istirahat cukup,” ujar Imron. Ia menambahkan, jemaah juga sebaiknya tidak berjalan terlalu jauh tanpa pengawasan, dan segera melapor jika merasa tidak sehat.

“Sekali lagi, haji bukan ajang lomba. Yang utama adalah menyelesaikan ibadah dengan sehat dan aman,” pungkasnya.

 

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore