Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 4 Mei 2025 | 19.44 WIB

Badal Haji Dilakukan untuk Daimah yang Wafat Usai Mendarat, Suami Ungkap Detik-Detik Collapse di Pesawat

Karno menunjukkan tas haji istirnya, Daimah, yang meninggal usai pesawatnya tiba di Bandara Madinah. (Media Center Haji 2025) - Image

Karno menunjukkan tas haji istirnya, Daimah, yang meninggal usai pesawatnya tiba di Bandara Madinah. (Media Center Haji 2025)

JawaPos.com – Musim haji 2025 baru saja dimulai, namun duka langsung menyelimuti rombongan kloter SOC-4 asal Banjarnegara. Salah satu calon jemaah haji Indonesia, Daimah binti Suwaryo, wafat tak lama setelah mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah, Arab Saudi, pada Sabtu dini hari (3/5).

Daimah, 66, berangkat ke Tanah Suci bersama sang suami, Karno Karta Semi, 62, dengan semangat tinggi.

"Berangkat paling semangat. Di pesawat juga masih semangat. Bahkan tadi antri ke toilet, saya sempat tanya: Pipis ra?, Dijawab, Pipis," kenang Karno saat ditemui di Hotel SDU Boutiqe, Madinah, Sabtu (3/5).

Namun tak disangka, momen haru itu berubah jadi tragedi hanya dalam hitungan menit. Setelah keluar dari toilet pesawat dan hendak kembali ke tempat duduknya, Daimah tiba-tiba jatuh.

“Keluar dari toilet langsung bruk (ambruk). Mau ke tempat duduk. Langsung ditolong petugas," kenang Karno, suaranya lirih menahan pilu.

Karno menegaskan, istrinya tidak memiliki riwayat penyakit serius. Hanya keluhan ringan biasa yang wajar untuk usia lanjut. Bahkan, sebelum berangkat ke Tanah Suci, Daimah masih beraktivitas seperti biasa di ladang.

"MCU sudah. Nggak ada rawat inap, masih sehat. Ke ladang juga masih," ujar Karno.

Namun Karno mengenang, istrinya sempat gelisah dan tertekan secara mental karena berada dalam posisi cadangan haji. Ia baru dipastikan berangkat setelah menunggu selama 3 bulan ketidakpastian.

“Koper teman-teman sudah datang, dia belum. Jadi kepikiran terus. Gak mau makan, gak bisa tidur,” tambahnya. “Pendaftaran kami itu tahun 2012. Nabung sedikit demi sedikit, dari hasil tani. Tanaman kecil-kecil saja seperti cabai.”

Sesaat setelah collapse di pesawat, Daimah sempat dirawat oleh petugas medis di dalam kabin selama hampir satu jam. Saat itu, ia masih bernapas.

Namun tak lama setelah pesawat mendarat, napas terakhirnya mengembus. Petugas akhirnya menyatakan wafat berdasarkan pemeriksaan medis dan diterbitkan certificate of death (COD) oleh otoritas Arab Saudi.

Jenazah Daimah langsung dishalatkan di Masjid Nabawi dan dimakamkan di Pemakaman Baqi, salah satu tempat pemakaman paling mulia di Madinah.

Sang suami ikut menyaksikan proses pemulasaran jenazah hingga memandikan istrinya. Namun karena alasan emosional, Karno tak ikut ke proses pemakaman.

“Saya sudah gak sanggup. Rasanya pengen pulang saja. Tapi kata petugas, tidak bisa,” katanya pelan.

Karno kini telah kembali ke hotel tempat kloternya menginap dan dalam pengawasan petugas. “Mudah-mudahan tetap kuat dan bisa menyelesaikan ibadah hajinya,” kata Kepala Daker Bandara Abdul Basir.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore