Masjid Nabawi, Madinah. (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com)
JawaPos.com – Menjelang kedatangan kloter pertama jemaah haji Indonesia di Madinah pada 2 Mei 2025, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja Madinah mulai menyebar tim ke titik-titik krusial yang biasa dipadati jemaah.
Salah satu area yang mendapatkan perhatian khusus adalah sekitar Masjid Nabawi, tempat para jemaah akan banyak beraktivitas selama berada di kota suci tersebut.
Kepala Daker Madinah, M. Luthfi Makki, memastikan bahwa tim petugas telah diterjunkan ke wilayah tersebut. Termasuk di jalur masuk dan keluar area Masjid Nabawi, serta kawasan penginapan yang berada di zona Markaziyah Syamaliyah, Ghorbiyah, dan Janubiyah.
Masjid Nabawi memang menjadi sektor khusus daerah kerja Madinah. Menurut Luthfi, penempatan petugas ini bukan hanya untuk memantau, tetapi juga untuk memberikan perlindungan dan rasa aman kepada jemaah, khususnya mereka yang baru pertama kali datang ke Tanah Suci dan masih kesulitan mengenali medan.
“Petugas kami siap di area Nabawi untuk mengawal, mendampingi, dan memberikan rasa aman kepada jemaah. Tugas mereka juga termasuk membantu jemaah yang tersesat atau terpisah dari rombongan,” kata Luthfi di Kantor Daker Madinah, Rabu (30/4).
Ia menambahkan bahwa Masjid Nabawi adalah pusat aktivitas utama jemaah selama di Madinah. Selain menjadi lokasi shalat berjemaah, banyak jemaah memanfaatkan waktu untuk berdoa di Raudhah, berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW, dan mengisi waktu di sekitar area masjid.
Mobilitas yang tinggi dan kemiripan arsitektur bangunan sering kali membuat jemaah, terutama lansia, kesulitan menemukan jalan pulang ke hotel.
Karena itu, Luthfi meminta jemaah tidak ragu untuk menghubungi petugas jika merasa kehilangan arah atau terpisah dari kelompok. Petugas di lapangan sudah dibekali pelatihan navigasi dan komunikasi cepat, serta memiliki akses ke tim layanan medis bila dibutuhkan.
“Jemaah jangan malu bertanya. Petugas kami mengenakan seragam resmi dan selalu siap membantu, termasuk jika ada yang kelelahan atau tersesat,” ujarnya.
Selain tim perlindungan jemaah, Luthfi mengatakan bahwa area Nabawi juga dijaga oleh petugas dari sektor khusus yang fokus pada zona-zona padat seperti Terminal Hijrah dan titik keberangkatan ke Makkah.
Tujuannya agar perpindahan jemaah dari Madinah ke Makkah berlangsung tertib dan tanpa insiden.
Untuk mendukung kelancaran ini, Luthfi juga mengingatkan kepada seluruh jemaah agar mencatat nama hotel, nomor kloter, dan membawa ID card setiap saat, terutama saat keluar menuju Masjid Nabawi.
“Langkah sederhana seperti membawa ID dan tahu nama hotel bisa mencegah kepanikan. Kami minta jemaah mengikuti arahan dan tidak memaksakan diri keluar sendiri tanpa info jelas,” tuturnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
