Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 April 2025 | 13.54 WIB

Jadi Titik Sentral Layanan Saat Puncak Haji, Kepala BP Haji Cek Kesiapan Area Armuzna

Kepala BP Haji meninjau kesiapan layanan haji 2025 di area Armuzna, Arab Saudi. (Istimewa) - Image

Kepala BP Haji meninjau kesiapan layanan haji 2025 di area Armuzna, Arab Saudi. (Istimewa)

JawaPos.com - Di sela kunjungan kerja di Arab Saudi, Kepala Badan Penyelenggara (BP) Haji Mochamad Irfan Yusuf meninjau area Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Dia mengatakan area Armuzna merupakan titik sentral saat puncak musim haji. Sehingga harus dipastikan kesiapan layanannya. 

Peninjauan itu, merupakan bagian dari fungsi dukungan BP Haji dalam memastikan kesiapan penyelenggaraan ibadah haji 2025. Irfan mengatakan Armuzna merupakan area vital dalam puncak pelaksanaan ibadah haji. Lokasi ini menjadi pusat konsentrasi jamaah dan layanan. 

"Pemantauan ini penting untuk memastikan seluruh layanan di Armuzna benar-benar siap," kata Irfan dalam keterangannya Senin (14/4). Yang ditinjau termasuk area tenda jamaah, serta fasilitas yang akandiberikan kepada jemaah. "Kami ingin pastikan semua berjalan dengan baik," ujar Irfan.

Dia menegaskan bahwa BP Haji memiliki mandat untuk memberikan dukungan menyeluruh terhadap penyelenggaraan haji. Mulai dari aspek teknis hingga koordinatif. "Kami hadir lebih awal untuk mengidentifikasi potensi kendala dan menyampaikan evaluasi langsung kepada para penyedia layanan di Arab Saudi," tambahnya.

Sementara itu persiapan haji di Arab Saudi lainnya terus dikebut. Yang terbaru adalah penandatanganan layanan katering haji oleh BPKH Limited. Anak usaha dari Badan Penyelenggara Keuangan Haji (BPKH) itu akan menyiapkan 2,4 juta porsi makanan siap saji. Meningkat lebih banyak dibandingkan tahun lalu. 

Seperti diketahui selama ini hampir seluruh penyediaan katering jamaah haji disiapkan oleh perusahaan lokal Arab Saudi, yang sudah teken kontrak dengan Kemenag. Namun tahun ini, BPKH Limited kembali ikut menyiapkan katering haji dengan porsi lebih besar. 

CEO BPKH Limited Sidiq Haryono menyampaikan peningkatan jumlah makanan yang disediakan, menunjukkan peran strategis BPKH Limited dalam layanan haji. "Tahun lalu kami hanya menyediakan 2 kali makan. Sedangkan tahun ini meningkat menjadi 6 kali makan," katanya. 

Paket makanan itu nantinya disediakan dalam bentuk Ready To Eat Meals bagi jemaah haji Indonesia. Kemudian disajikan dalam 6 kali makan berupa makanan siap santap yang diproduksi oleh kitchen partner BPKH Limited di Saudi. "Seluruh keuntungan dari proyek ini kembali kepada keuangan haji yang akan digunakan untuka penyelenggaraan haji tahun berikutnya,” kata Sidiq.

Pimpinan BPKH Limited lainnya Iman Ni’matullah memberikan rincian terkait skala proyek itu. Dia menjelaskan total konsumsi yang kami sediakan adalah 2,4 juta porsi makan. Diberikan pada saat masa puncak pelaksaan haji per hari bagi 203.320 orang jamaah haji Indonesia. 

Sebagian makanan tersebut, atau sekitar 1,2 juta porsi berbentuk makanan siap saji (Ready To Eat Meals) yang diproduksi oleh produsen Indonesia. Langkah itu menjadi bagian dari strategi jangka panjang BPKH Limited untuk meningkatkan peran Indonesia dalam penyelenggaraan haji. Baik dari segi pelayanan maupun kontribusi ekonomi bagi para pelaku usaha dalam negeri. 

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore