
Kepala BP Haji meninjau kesiapan layanan haji 2025 di area Armuzna, Arab Saudi. (Istimewa)
JawaPos.com - Di sela kunjungan kerja di Arab Saudi, Kepala Badan Penyelenggara (BP) Haji Mochamad Irfan Yusuf meninjau area Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Dia mengatakan area Armuzna merupakan titik sentral saat puncak musim haji. Sehingga harus dipastikan kesiapan layanannya.
Peninjauan itu, merupakan bagian dari fungsi dukungan BP Haji dalam memastikan kesiapan penyelenggaraan ibadah haji 2025. Irfan mengatakan Armuzna merupakan area vital dalam puncak pelaksanaan ibadah haji. Lokasi ini menjadi pusat konsentrasi jamaah dan layanan.
"Pemantauan ini penting untuk memastikan seluruh layanan di Armuzna benar-benar siap," kata Irfan dalam keterangannya Senin (14/4). Yang ditinjau termasuk area tenda jamaah, serta fasilitas yang akandiberikan kepada jemaah. "Kami ingin pastikan semua berjalan dengan baik," ujar Irfan.
Dia menegaskan bahwa BP Haji memiliki mandat untuk memberikan dukungan menyeluruh terhadap penyelenggaraan haji. Mulai dari aspek teknis hingga koordinatif. "Kami hadir lebih awal untuk mengidentifikasi potensi kendala dan menyampaikan evaluasi langsung kepada para penyedia layanan di Arab Saudi," tambahnya.
Sementara itu persiapan haji di Arab Saudi lainnya terus dikebut. Yang terbaru adalah penandatanganan layanan katering haji oleh BPKH Limited. Anak usaha dari Badan Penyelenggara Keuangan Haji (BPKH) itu akan menyiapkan 2,4 juta porsi makanan siap saji. Meningkat lebih banyak dibandingkan tahun lalu.
Seperti diketahui selama ini hampir seluruh penyediaan katering jamaah haji disiapkan oleh perusahaan lokal Arab Saudi, yang sudah teken kontrak dengan Kemenag. Namun tahun ini, BPKH Limited kembali ikut menyiapkan katering haji dengan porsi lebih besar.
CEO BPKH Limited Sidiq Haryono menyampaikan peningkatan jumlah makanan yang disediakan, menunjukkan peran strategis BPKH Limited dalam layanan haji. "Tahun lalu kami hanya menyediakan 2 kali makan. Sedangkan tahun ini meningkat menjadi 6 kali makan," katanya.
Paket makanan itu nantinya disediakan dalam bentuk Ready To Eat Meals bagi jemaah haji Indonesia. Kemudian disajikan dalam 6 kali makan berupa makanan siap santap yang diproduksi oleh kitchen partner BPKH Limited di Saudi. "Seluruh keuntungan dari proyek ini kembali kepada keuangan haji yang akan digunakan untuka penyelenggaraan haji tahun berikutnya,” kata Sidiq.
Pimpinan BPKH Limited lainnya Iman Ni’matullah memberikan rincian terkait skala proyek itu. Dia menjelaskan total konsumsi yang kami sediakan adalah 2,4 juta porsi makan. Diberikan pada saat masa puncak pelaksaan haji per hari bagi 203.320 orang jamaah haji Indonesia.
Sebagian makanan tersebut, atau sekitar 1,2 juta porsi berbentuk makanan siap saji (Ready To Eat Meals) yang diproduksi oleh produsen Indonesia. Langkah itu menjadi bagian dari strategi jangka panjang BPKH Limited untuk meningkatkan peran Indonesia dalam penyelenggaraan haji. Baik dari segi pelayanan maupun kontribusi ekonomi bagi para pelaku usaha dalam negeri.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
