JawaPos.com-Penyelenggaraan haji selama ini dikuasai oleh Kementerian Agama (Kemenag). Di era Presiden Prabowo Subianto, penyelenggaraan haji diserahkan ke Badan Penyelenggara (BP) Haji. Wakil Kepala (Waka) BP Haji Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan ada tiga goal atau target layanan haji dari Prabowo.
Target yang pertama adalah memastikan penyelenggaraan haji dengan segala ritualnya yang aman, nyaman, dan efisien. Dia menegaskan secara kualitas ritual haji, jamaah harus merasakan pelayanan yang aman, nyaman, dan efisien. "Ini pesan Pak Prabowo," tandasnya.
Lalu goal yang kedua adalah Prabowo berpesan supaya dalam penyelenggaraan haji, harus bisa membangun ekosistem ekonomi perhajian di dalam negeri. Seperti diketahui perputaran uang layanan haji selama ini didominasi di Arab Saudi. Mulai untuk sewa hotel, transportasi, katering, dan lainnya.
Dahnil mengatakan Prabowo titip pesan ke BP Haji supaya bisa membangun ekosistem ekonomi haji terkait dengan pelayanan haji. "Selama ini berhenti di ritual haji. Luput pada ekosistem perekonomian," katanya. Dahnil mengatakan penyelenggaraan haji yang rutin dilaksanakan setiap tahun, harus mampu menjadi penggerak perekonomian di dalam negeri.
Misalnya petani lokal ikut menjadi pemasok kebutuhan katering haji. Seperti kebutuhan bumbu dapur. Pasalnya pemerintah ingin menghadirkan katering untuk jamaah haji dengan cita rasa nusantara. Maka otomatis bumbunya harus didatangkan dari Indonesia, dengan memberdayakan petani lokal. Termasuk juga untuk suplai bahan katering lain seperti ikan patin dan sejenisnya.
Lalu target atau goal Prabowo yang ketiga adalah misi haji harus membawa dampak pada budaya dan kemasyarakatan Indonesia. Dia mencontohkan pada masa lampau, tokoh agama sepulang haji membawa dampak positif bagi masyarakat. Misalnya dalam hal dakwah. Begitupun sekarang, jamaah haji sepulang dari Arab Saudi harus membawa dampak positif bagi masyarakat atau lingkungannya.
"Pulang membawa dampak peradaban, kebudayaan, dan keadaban haji," katanya. Jadi berhaji tidak semata membawa kemabruran secara individu. Tetapi juga membawa kemaslahatan bagi masyarakat sekitar. Menurut Dahnil, konteks haji membawa peradaban itu selama ini belum dihadirkan. Untuk mewujudkannya, dia akan koordinasi dengan semua pembimbing haji dan umrah.
Dalam kesempatan yang sama Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah menegaskan komitmen untuk terus mengembangkan ekosistem haji dengan optimal. "Salah satunya dengan entitas anak dari BPKH yang dibentuk untuk aktivasi investasi internasional, yaitu BPKH Limited," ucap Fadlul.
Fadlul berharap Hajj Expo 2024 BPKH menjadi momentum untuk mengedukasi masyarakat. Khususnya tentang pentingnya perencanaan haji sejak dini dan memperkuat layanan yang diberikan oleh BPKH serta mitra di ekosistem perhajian. (*)