Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 Mei 2024 | 16.50 WIB

Banyak Jamaah Haji Alami Demensia, Lansia Diimbau Hindari Dehidrasi dan Kelelahan

Jamaah di Hotel Madinah/ kemenag.go.id

JawaPos.com - Musim haji tahun ini, diwarnai dengan meningkatnya jumlah jemaah haji lansia yang mengalami gejala demensia.

Gejala ini terlihat dari kebingungan beberapa jemaah saat mencari jalan pulang.

Sebagai informasi, demensia adalah kondisi penurunan kemampuan berpikir dan mengingat yang biasanya terjadi pada lansia (usia 65 tahun ke atas).

Kondisi ini didukung oleh data yang menunjukkan jumlah jemaah haji lansia mencapai sekitar 45 ribu.

Mengutip Kemenag, Tim Media Center Haji (MCH) sering menemukan dan mengantar jemaah lansia yang disinyalir mengalami demensia, yang menunjukkan betapa seriusnya masalah ini.

Dokter Leksmana Arry Chandra, Kepala Seksi Layanan Lansia, Disabilitas, dan PKP3JH, menjelaskan bahwa beberapa jemaah lansia mengalami kelupaan selama menunaikan ibadah haji, seperti lupa nama, keluarga, atau merasa masih berada di kampung halaman.

Beliau menegaskan bahwa demensia dapat disebabkan oleh faktor sosial, psikososial, pribadi, psikologis, maupun biologis.

Menurutnya, gangguan jiwa ini juga bisa dipicu oleh faktor genetik. Beberapa jemaah sudah memiliki potensi gangguan kejiwaan, yang kemudian kambuh setibanya di Arab Saudi.

Demensia biasanya diikuti dengan gangguan cara berpikir, seperti disorientasi tempat, waktu, dan orang-orang di sekitarnya. Gejala awal yang sering muncul adalah mudah lupa akan kejadian-kejadian terbaru, kesulitan mempelajari hal baru, sulit konsentrasi, serta kesulitan mengingat waktu dan tempat, terutama setelah berpindah dari kampung halaman mereka.

Dokter Leksmana menambahkan bahwa jemaah yang mengalami demensia perlu diberikan stimulasi kognitif, seperti diajak berbicara dan bersosialisasi, serta diberikan pendampingan untuk mencegah demensia.

“Jemaah yang mengalami demensia perlu diberikan stimulasi kognitif. Misalnya dengan mengajak pasien ngobrol dan bersosialisasi, atau melakukan pendampingan terhadap pasien untuk mencegah terjadinya demensia,” ujarnya.

Setelah pulih, pendampingan tetap diperlukan karena demensia bisa muncul kembali, terutama disebabkan kelelahan dan dehidrasi.

Jemaah lansia disarankan untuk cukup beristirahat dan tidak memaksakan diri beraktivitas di luar kegiatan ibadah haji, untuk menghindari kelelahan dan dehidrasi akibat cuaca panas di Arab Saudi.

Ia juga menekankan bahwa gejala demensia pada jemaah lansia bisa dicegah dengan stimulasi kognitif, seperti mengajak mereka bercerita.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore