Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 17 Mei 2024 | 16.26 WIB

Imbas Mesin Pesawat Terbakar saat Terbang dari Makassar, Jadwal Keberangkatan dan Akomodasi di Madinah Terganggu

ALHAMDULILLAH: Rombongan CJH kloter UPG 05 Makassar bersujud syukur setelah tiba di bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah pada Kamis (16/5), pukul 04.00 WAS. - Image

ALHAMDULILLAH: Rombongan CJH kloter UPG 05 Makassar bersujud syukur setelah tiba di bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah pada Kamis (16/5), pukul 04.00 WAS.

JawaPos.com – Kementerian Agama (Kemenag) telah melayangkan teguran keras kepada maskapai Garuda Indonesia. Teguran itu merupakan respons atas terbakarnya mesin pesawat pengangkut calon jemaah haji (CJH) embarkasi Makassar (UPG-05). Insiden tersebut tidak hanya membahayakan keselamatan jemaah. Tetapi, juga membuat jadwal pemberangkatan selanjutnya keteteran.

Insiden tersebut terjadi pada Rabu (15/5) lalu. Waktu itu, satu mesin pesawat Garuda terbakar saat lepas landas. Armada tersebut merupakan pesawat yang disewa Garuda dari maskapai carter Terra Avia yang berbasis di Moldova.

Akibat insiden tersebut, pesawat yang mengangkut CJH kloter UPG-05 harus kembali ke bandara (return to base/RTB). Setelah menunggu beberapa waktu, kloter tersebut diberangkatkan dengan pesawat yang sedianya memberangkatkan kloter UPG-06. Akibatnya, terjadi perubahan jadwal pemberangkatan kloter UPG-06.

Kepala Subdirektorat Transportasi dan Perlindungan Jemaah Haji Reguler Kemenag Noer Alya Fitra mengatakan, Garuda Indonesia menyediakan pesawat pengganti untuk mengangkut jemaah kloter UPG-06. Namun, pesawat pengganti itu lebih kecil. Akibatnya, rombongan CJH dari kloter UPG-06 harus dipecah dalam dua penerbangan. Kelompok pertama yang berisi 220 orang sudah diterbangkan pada Kamis (16/5), pukul 03.00 waktu setempat. Sisanya sebanyak 230 jemaah diterbangkan dini hari tadi, pukul 03.00 waktu setempat. Dia mengatakan, penerbangan kloter UPG-07 dan berikutnya tidak mengalami gangguan.

Sebelumnya, teguran keras juga disampaikan Juru Bicara Kemenag Anna Hasbie. Dia mengatakan, Garuda Indonesia sudah menyampaikan permohonan maaf kepada jemaah dan Kemenag. ’’Kami menghargai permintaan maaf yang disampaikan. Tapi, kita menyayangkan peristiwa itu,’’ katanya. Anna mengatakan, Kemenag meminta Garuda Indonesia memegang komitmen terkait keamanan dan keselamatan jemaah haji. Caranya, mempersiapkan pesawat sebaik-baiknya sejak jauh hari. Dengan begitu, tidak sampai terjadi gangguan lagi yang memicu kekacauan jadwal berikutnya.

’’Sebab, perubahan jadwal atau penggantian pesawat yang mendadak akan berdampak sistemis,’’ tuturnya. Beberapa hal yang terdampak, antara lain, penyediaan hotel, transportasi, dan layanan konsumsi jemaah di Madinah. Pasalnya, seluruh layanan itu sudah diatur sedemikian rupa, menyesuaikan jadwal penerbangan tiap kloter.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menjelaskan, para CJH yang sebelumnya tertunda telah melanjutkan perjalanan dengan menggunakan armada Boeing 747-400 (ER-TRV) dan dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, kemarin (16/5), pukul 03.40 waktu setempat.

Irfan menegaskan, armada Boeing 747-400 (ER-BOS) yang sebelumnya mengalami kendala teknis tersebut selanjutnya akan berhenti operasional untuk sementara waktu (grounded). Selama masa grounded, pesawat tersebut akan menjalani inspeksi menyeluruh hingga dinyatakan siap terbang kembali.

”Sebagai bagian dari langkah mitigasi operasional penerbangan haji dari embarkasi Makassar agar tetap berlangsung, Garuda Indonesia telah mempersiapkan pesawat back up guna memastikan keberangkatan calon jemaah haji selanjutnya berjalan sesuai jadwal,” ujarnya.

Laporan dari Madinah

Begitu keluar dari pintu kedatangan Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, pada Kamis (16/5), pukul 04.00 WAS, puluhan jemaah dari kloter UPG 5 embarkasi Makassar langsung bersujud syukur.

Beberapa di antara mereka tak kuasa meneteskan air mata tanda haru. Wajar, mereka baru saja menempuh perjalanan berat yang diwarnai drama.

Kemarin sore waktu Arab Saudi (WAS), CJH kloter UPG 5 mulai menjalani aktivitas ibadah di Madinah. Meski sempat mengalami gangguan penerbangan, mereka bersyukur telah tiba di Tanah Suci. ”Memang sempat ada yang bingung. Apalagi, beberapa penumpang melihat api di pesawat,’’ kata Mohammad, salah seorang jemaah di pesawat itu. Menurut dia, saat itu kru pesawat menginformasikan bahwa masalah tersebut sudah teratasi. ”Sehingga, jemaah di dalam pesawat relatif tenang,’’ katanya. Setelah menunggu di Bandara Sultan Hasanuddin, mereka diberangkatkan dengan pesawat bernomor GA-1105 pada Rabu (15/5), sekitar pukul 22.00 WIT.

”Alhamdulillah, rombongan telah tiba di bandara. Dan sudah kami sambut mereka. Semua dalam kondisi sehat,’’ kata Kepala Daerah Kerja Bandara PPIH (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji) Arab Saudi Abdillah.

Dia menjelaskan, rombongan jemaah haji dari kloter tersebut sudah menjalani seluruh proses di bandara untuk menuju hotel tempat mereka menginap. Terkait insiden itu, beberapa penerbangan dari embarkasi Makassar sempat terdampak. Namun, Abdillah memastikan sejauh ini situasinya tetap normal. ”Insya Allah, seluruh penerbangan dari UPG akan landing (mendarat) di Madinah,’’ kata Abdillah. (wan/agf/ris/c6/oni)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore