Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 Mei 2024 | 01.48 WIB

Pesan Wapres untuk dalam Pemberangakatan Jemaah Haji, Minta Kemenag Mitigasi Cuaca Panas di Saudi

Wapres Ma - Image

Wapres Ma

JawaPos.com - Cuaca panas ekstrem tetap menjadi salah satu tantangan pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Apalagi, beberapa waktu terakhir, di beberapa negara udara panas telah memakan korban jiwa.

Saat puncak haji atau pada waktu jemaah melakukan wukuf di padang Arafah, suhu di Makkah dan sekitarnya diperkirakan menyentuh 50 derajat Celsius.

Suhu tersebut hanya berbeda tipis dibandingkan dengan sengatan gelombang panas (heat wave) di Thailand yang tercatat 52 derajat Celsius.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin menuturkan, sesuai prakiraan cuaca, saat musim haji nanti suhu di Makkah cukup tinggi. ”Jadi sangat panas,” katanya di sela halalbihalal Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta kemarin (7/5).

Suhu di Makkah yang bisa mencapai 50 derajat Celsius sangat jauh di atas rata-rata suhu di Indonesia. Sebagai perbandingan, saat ini rata-rata suhu maksimal di Surabaya hanya 32 derajat Celsius. Sedangkan di Jakarta, rata-rata suhu tertingginya bisa menyentuh angka 33 derajat Celsius.

Ma’ruf meminta Kementerian Agama (Kemenag) mempersiapkan mitigasi cuaca panas tersebut. Seperti imbauan-imbauan kepada para calon jemaah haji. Juga, adanya perbekalan khusus untuk antisipasi cuaca panas.

Ma’ruf mengatakan, potensi gelombang panas di Makkah maupun Madinah harus jadi perhatian. Apalagi, jumlah jemaah lansia saat ini masih cukup banyak. Yaitu mencapai 45 ribu orang. Dengan antisipasi yang baik, potensi adanya korban meninggal akibat cuaca panas bisa ditekan.

Sementara itu, Kemenag mengumumkan hasil penempatan akomodasi atau hotel untuk jemaah di Makkah maupun Madinah. ”Penempatan akomodasi jemaah haji Indonesia di Madinah berada di wilayah Markaziyah,” kata Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenag Subhan Cholid.

Wilayah Markaziyah adalah wilayah yang berada di radius maksimal 500 meter dari Masjid Nabawi. Wilayah Markaziyah terbagi dalam Makaziyah Syumaliyah, Markaziyah Gharbiyah, dan Markaziyah Janubiyah. Sedangkan di Makkah, hotel tempat jemaah haji Indonesia berada di lima wilayah. Yaitu, Syisyah, Raudhah, Jarwal, Misfalah, dan Rey Bakhsy.

Subhan menuturkan, jemaah asal embarkasi Makassar (UPG) dan Jakarta Pondok Gede (JKG) akan menempati wilayah Syisyah dan Raudhah. Kemudian, jemaah embarkasi Solo (SOC) menempati sebagian wilayah Syisyah dan Jarwal. Jemaah dari embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS) dan Kertajati (KJT) akan menempati daerah Jarwal.

”Jemaah asal embarkasi Surabaya atau SUB menempati Syisyah dan Misfalah,” katanya. Subhan mengatakan, jika ada perubahan penempatan hotel jemaah, akan diinfokan kepada daerah kerja masing-masing. (wan/c17/fal)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore