
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (7/8/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Rencana Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mengeluarkan saham-saham dengan High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merupakan sebuah langkah yang berani.
Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, mengatakan bahwa kebijakan tersebut dapat membuat IHSG lebih merepresentasikan pergerakan saham-saham yang memiliki distribusi kepemilikan lebih luas dan likuiditas yang lebih sehat.
Meski begitu, dampaknya terhadap level indeks perlu dicermati secara proporsional. Mengingat saham HSC disebut menyumbang sekitar 18 persen terhadap pergerakan indeks, pengeluarannya dapat mengubah bobot dan karakter pergerakan IHSG secara signifikan.
Menurutnya, apabila saham-saham tersebut sebelumnya menjadi sumber tekanan jual, penghapusan dari perhitungan indeks berpotensi mengurangi tekanan aritmetis terhadap IHSG. Sebaliknya, apabila saham-saham tersebut sedang menguat, kontribusi positifnya juga tidak lagi tercermin dalam indeks.
“Jadi, kebijakan ini tidak otomatis membuat IHSG naik, melainkan mengubah komposisi dan representasi indeks agar lebih mencerminkan kondisi pasar yang dianggap lebih sehat,” ujar Nafan kepada JawaPos.com, Senin (19/10) malam.
Nafan mengatakan, dari sisi kepercayaan investor asing, pengeluaran saham HSC dari IHSG belum cukup untuk menyelesaikan persoalan utama yang menjadi perhatian MSCI.
Menurutnya, kebijakan tersebut memang dapat memperbaiki kualitas representasi indeks dan menjadi sinyal bahwa otoritas serius membenahi transparansi pasar.
Namun, persoalan yang lebih mendasar adalah apakah struktur kepemilikan saham sudah transparan, apakah jumlah saham yang benar-benar beredar di publik dapat diverifikasi, serta apakah terdapat penegakan hukum yang konsisten terhadap dugaan manipulasi harga dan perdagangan terkoordinasi.
“Investor asing membutuhkan bukti nyata bahwa reformasi menghasilkan perbaikan yang material dan berkelanjutan, bukan sekadar pengumuman kebijakan,” ujarnya.
Maka dari itu, langkah selanjutnya harus disertai penegakan hukum yang tegas dan terukur terhadap emiten maupun pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022