
Thailand menjadi tuan rumah pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia. (Reuters)
JawaPos.com - International Monetary Fund (IMF) atau Dana Moneter Internasional menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada 2026 menjadi 3,1 persen, dari perkiraan sebelumnya 3 persen. Lonjakan ekspor terkait kecerdasan buatan (AI) di sejumlah negara Asia menjadi salah satu penopang ekonomi dunia di tengah dampak perang di Iran.
Dilansir dari Kyodo, Selasa (13/10), revisi tersebut tercantum dalam laporan World Economic Outlook terbaru yang dirilis IMF. Lembaga itu menilai dua kekuatan besar, yakni geopolitik dan teknologi, sedang membentuk ulang perekonomian global. Dampak jangka pendeknya mulai terlihat, sedangkan konsekuensi jangka panjangnya masih sulit dipastikan.
IMF memperkirakan ekspor dari Korea Selatan dan Taiwan, dua pusat produksi semikonduktor canggih dunia, akan memberikan dampak positif bagi negara-negara Asia lain yang berorientasi pada manufaktur. Sejumlah negara pengekspor komoditas juga diperkirakan ikut memperoleh manfaat.
Kebutuhan perangkat dan barang modal yang berkaitan dengan AI turut menopang aktivitas industri di Asia. Jepang, Malaysia, Singapura, dan Thailand termasuk negara yang memasok kebutuhan tersebut, selain Korea Selatan dan Taiwan.
Meski demikian, IMF mempertahankan proyeksi pertumbuhan global pada 2027 sebesar 3,4 persen. Lembaga tersebut memperingatkan risiko terhadap prospek ekonomi masih cenderung mengarah ke penurunan.
"Kebuntuan yang berkepanjangan atau eskalasi lebih lanjut di Timur Tengah dapat membuat harga energi dan pangan tetap tinggi dan bergejolak, memicu kembali tekanan inflasi, memperburuk keseimbangan fiskal dan eksternal, serta membebani pertumbuhan," demikian laporan IMF yang dirilis dalam pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia di Bangkok.
IMF menaikkan proyeksi inflasi global pada 2027 sebesar 0,2 poin persentase menjadi 4,1 persen. Penyesuaian itu terutama dipengaruhi kenaikan harga akibat perang. Sementara itu, proyeksi inflasi untuk tahun ini tetap sebesar 4,7 persen.
Di antara perekonomian utama dunia, proyeksi pertumbuhan Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang relatif tidak berubah atau hanya mengalami penyesuaian kecil.
Sebaliknya, proyeksi pertumbuhan Jerman pada 2026 dinaikkan menjadi 1,3 persen dari sebelumnya 0,7 persen. Revisi tersebut didukung peningkatan aktivitas manufaktur.
Untuk kawasan euro, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi mencapai 1,1 persen pada 2026, naik 0,2 poin persentase dari proyeksi tiga bulan sebelumnya. Pada 2027, pertumbuhan diperkirakan sebesar 1,2 persen, tidak berubah dari perkiraan sebelumnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fulham vs Hull City: The Tigers Berpeluang Menang Tipis di Craven Cottage
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah
Prediksi Skor Lille vs Brest di Liga Prancis: Verdonk Starter, Les Dogues Berjaya di Pierre Mauroy
Prediksi Susunan Pemain Real Betis vs Barcelona: Yamal dan Adeyemi Jadi Andalan
Prediksi Skor Hamburger SV vs Stuttgart: Die Roten Siap Pesta Gol di Volksparkstadion
Prediksi Skor Espanyol vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Los Rojiblancos Pertahankan Laju Positif
Prediksi Skor PSGC Ciamis vs PSIS Semarang di Pegadaian Championship: Tuan Rumah Hadapi Ujian Berat
Prediksi Susunan Pemain AS Roma vs Genoa: Santiago Castro Siap Jadi Andalan
Prediksi Skor Semen Padang vs PSMS di Championship: Kabau Sirah Bidik Kemenangan Kandang Perdana
Prediksi RANS Nusantara vs Persela Lamongan: Laskar Joko Tingkir Berburu Kemenangan di Malang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022