
Plt. Anggota IV BPK, Nyoman Adhi Suryadnyana. (Istimewa)
JawaPos.com - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mendorong pembangunan berkelanjutan dengan menerapkan Government 5.0 dan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Beberapa aspek yang perlu mendapat perhatian adalah pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI hingga keamanan siber.
Plt. Anggota IV BPK, Nyoman Adhi Suryadnyana mengatakan, pemeriksaan laporan keuangan (LK) guna memastikan pengelolaan uang oleh negara berjalan transparan dan akuntabel. Melalui pemeriksaan ini, diharapkan menyumbang kontribusi dalam pencapaian Indonesia Emas 2045.
Hal itu disampaikan Nyoman Adhi di hadapan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono, dan Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin).Abdul Kadir Karding saat Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Kementerian PKP, Kementerian Kehutanan, Kementerian KKP, serta Barantin Tahun 2025.
Nyoman menyampaikan, sumber Daya Kementerian dan Lembaga, mulai dari Keuangan Negara, SDM, Aset, Kebijakan, maupun Sumber Daya lainnya harusnya mampu memberikan manfaat nyata bagi negara dan masyarakat.
Baca Juga:Dikira Sampah, Ternyata Karung yang Ditemukan Warga Tanah Merah Depok Berisi Mayat Korban Mutilasi
"Peningkatan Kualitas hidup serta keterjaminan masa depan generasi mendatang harus jadi prioritas, tanpa mengesampingkan prinsip tata kelola yang akuntabel," kata dia, Rabu (5/8).
Dia menyoroti pentingnya transformasi menuju Government 5.0, yaitu model pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) untuk analisis data, dan kolaborasi lintas sektor yang berpusat pada masyarakat, lingkungan dan keberkelanjutan. Kedua model tersebut diyakini dapat meningkatkan kualitas tata kelola dan pengambilan kebijakan.
Setidaknya ada 6 tantangan dalam mewujudkan Governmnet 5.0. Yakni belum meratanya kematangan transformasi digital; fragmentasi data pemerintah; keterbatasan talenta Artificial Intelligence; integritas tata Kelola yang masih rendah; kapasitas SDM yang masih perlu ditingkatkan; dan isu keamanan siber dan kolaborasi. Government 5.0 menuntut pendekatan whole-of-government.
"Pesan penting terkait kunci dalam mencapai visi Indonesia emas 2045 adalah bagaimana menerapkan kombinasi Government 5.0 dengan penerapan pengelolaan sumber daya yang mengedepankan keberlanjutan dengan prinsip ESG," imbuhnya.
Atas dasar itu, BPK memberikan apresiasi kepada 4 entitas yang berhasil memperoleh Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Tahun 2025. Dia berharap capaian ini bisa menjadi pemacu bagi entitas terkait terus membenahi kekurangannya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022