
Ilustrasi teknologi AI. (Pinterest)
JawaPos.com - Pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mulai menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan investasi di pasar modal. Seiring meningkatnya kebutuhan akan analisis yang lebih cepat dan komprehensif, pelaku industri mendorong pemanfaatan teknologi dan riset sebagai alat bantu bagi investor untuk memahami peluang maupun risiko investasi.
Direktur Tuntun Sekuritas Indonesia, Ricki Juliandi, mengatakan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah cara investor mengakses informasi, membaca peluang, dan mengambil keputusan investasi.
"Investor membutuhkan akses terhadap informasi yang lebih cepat, insight yang lebih relevan, serta dukungan teknologi yang dapat membantu mereka memahami pasar dengan lebih baik," ujar Ricki dalam forum bertajuk "Modern Trading & Investing di Era Al" di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (4/8).
Ricky menyoroti pengembangan berbagai fitur berbasis teknologi yang dihadirkan di aplikasi Tuntun, termasuk Tuntun Al, Al Broker Summary, Tuntun Research, Market Radar, Concept Sector, Investing & Trading Selection, serta fitur analisis lainnya yang dirancang untuk membantu investor memahami informasi pasar secara lebih efisien dan terarah.
Salah satu inovasi utama yang menjadi perhatian dalam acara ini adalah Tuntun Al, fitur yang telah dirilis pada April 2026 dan diperkenalkan sebagai generative Al stocks pertama di Indonesia. Sejak dirilis, Tuntun Al telah digunakan untuk lebih dari 50.000 pertanyaan dari pengguna dan menghasilkan lebih dari 1,2 juta analisis.
Berdasarkan data internal perusahaan, fitur ini membantu pengguna memahami data pasar hingga 70 persen lebih cepat. Menurut Ricki, kehadiran Tuntun Al tidak dimaksudkan untuk menggantikan keputusan investor, melainkan sebagai alat bantu yang memperkaya proses analisis dan mempercepat pemahaman terhadap data pasar.
"Al bukan pengganti judgment investor. Teknologi hadir untuk membantu investor membaca informasi dengan lebih efisien, memahami konteks pasar dengan lebih luas, dan mengambil keputusan secara lebih terarah. Pada akhirnya, keputusan investasi tetap harus didasarkan pada pemahaman, profil risiko, dan tujuan masing-masing investor," tambah Ricki.
Selain pemaparan mengenai teknologi, pihaknya juga membahas peran riset dalam membantu investor membangun pemahaman yang lebih terukur terhadap emiten dan kondisi pasar. Saat ini, Tuntun Research telah mencakup lebih dari 600 emiten, dengan dukungan high-frequency short-term report analysis yang mendalam dan diperbarui secara berkala untuk memberikan insight yang lebih relevan terhadap dinamika pasar.
Ricki menambahkan, penguatan teknologi dan riset menjadi semakin penting seiring dengan prospek pasar dan ekonomi Indonesia yang terus berkembang. Tuntun Sekuritas Indonesia memandang bahwa Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang kuat, didukung oleh fundamental ekonomi, perkembangan sektor produktif, serta meningkatnya partisipasi investor di pasar modal.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Unjuk Gigi!
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Misi Berat Macan Kemayoran!
3 Fakta Respons Kedubes Iran usai Pidato Prabowo soal Nuklir, Tegaskan Programnya Hanya untuk Tujuan
