Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Mei 2026 | 02.19 WIB

Menkeu Purbaya Ungkap Alasan RI Pilih Terbitkan Panda Bond: Prospek Lebih Menarik Dibanding Dim Sum Bond

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ungkap alasan Indonesia terbitkan Panda Bond karena prospek dan imbal hasil lebih menarik dibanding Dim Sum Bond.. (Nurul Fitriana/JawaPos.com) - Image

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ungkap alasan Indonesia terbitkan Panda Bond karena prospek dan imbal hasil lebih menarik dibanding Dim Sum Bond.. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)

JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai penerbitan surat utang global berdenominasi Yuan atau Panda Bond memiliki prospek yang lebih menarik dibandingkan Dim Sum Bond karena menawarkan imbal hasil yang lebih kompetitif.

Pemerintah berencana menerbitkan Panda Bond pada bulan depan, sementara Dim Sum Bond sebelumnya telah diterbitkan pada Oktober 2025.

Menurut Purbaya, pasar keuangan Tiongkok saat ini menawarkan tingkat imbal hasil yang relatif rendah, yakni di kisaran 2,3 persen hingga 2,5 persen. Angka tersebut dinilai lebih menguntungkan dibandingkan yield Dim Sum Bond yang sebelumnya berada pada rentang 2,5 persen hingga 2,9 persen.

“Saya bilang ke Pak Minto (Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko) kalau banyak peminatnya, perbanyakkan di situ. Kalau bunganya lebih rendah, kan hemat kita,” ujar Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu (13/5).

Meski demikian, pemerintah hingga kini belum menetapkan target nilai penerbitan Panda Bond. Purbaya menyebut besaran penerbitan akan disesuaikan dengan minat investor yang masuk ke pasar.

Ia menjelaskan, langkah penerbitan Panda Bond merupakan bagian dari strategi diversifikasi pembiayaan negara agar struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak terlalu bergantung pada satu sumber pendanaan maupun mata uang tertentu.

Selain memperluas sumber pembiayaan, penerbitan obligasi berdenominasi Yuan tersebut juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap dolar Amerika Serikat.

Purbaya menilai pasar keuangan Tiongkok memiliki kapasitas dan likuiditas besar sehingga dinilai mampu menyerap instrumen utang pemerintah Indonesia secara optimal.

Di sisi lain, ia juga melihat tingkat kepercayaan investor Tiongkok terhadap fundamental ekonomi Indonesia cukup kuat. Menurutnya, pandangan pasar Tiongkok terhadap Indonesia tidak terlalu sensitif terhadap faktor peringkat kredit.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore