
PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo membukukan pendapatan premi senilai Rp1,16 triliun hingga 31 Maret 2026
JawaPos.com - PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo membukukan pendapatan premi senilai Rp1,16 triliun hingga 31 Maret 2026, meningkat sekitar 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Kepatuhan, SDM dan Manajemen Risiko Askrindo R. Mahelan Prabantarikso mengatakan perusahaan menitikberatkan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan dalam menjalankan bisnisnya.
“Kami memastikan bahwa pertumbuhan yang dicapai bukan hanya cepat, tetapi juga berkualitas,” kata Direktur Kepatuhan, SDM dan Manajemen Risiko Askrindo R. Mahelan Prabantarikso dalam taklimat media di Semarang, Jawa Tengah dikutip dari Antara, Selasa (12/5).
Kenaikan premi terutama disumbang oleh lini asuransi umum yang mengalami lonjakan pertumbuhan hingga 44 persen. Di saat yang sama, laba perusahaan juga meningkat 77 persen secara tahunan, meski nilai pastinya belum dipublikasikan.
Askrindo menyebut capaian positif pada triwulan pertama 2026 melanjutkan performa perusahaan sepanjang tahun sebelumnya. Dalam laporan keuangan unaudited, perseroan mencatat premi bruto sebesar Rp4,44 triliun dengan hasil underwriting netto mencapai Rp1,28 triliun.
Secara konsolidasi, total aset perusahaan tercatat sekitar Rp32,9 triliun, sedangkan ekuitas meningkat menjadi sekitar Rp9,4 triliun.
“Kami melihat bahwa kinerja 2025 bukan sekadar pertumbuhan angka, tetapi hasil dari fondasi yang kami bangun secara konsisten, khususnya dalam penguatan tata kelola, manajemen risiko, dan kualitas underwriting. Ini yang menjadi kunci keberlanjutan bisnis kami ke depan,” ujar Mahelan.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan, Askrindo menerapkan strategi diversifikasi portofolio yang bertumpu pada tiga fokus utama. Pertama, memperkuat bisnis yang berasal dari penugasan pemerintah sebagai basis utama perusahaan. Kedua, memperluas layanan bagi segmen BUMN dan korporasi secara lebih spesifik. Ketiga, mengembangkan pasar ritel melalui produk seperti asuransi mikro, asuransi parametrik, asuransi perjalanan, hingga asuransi kendaraan bermotor.
Perusahaan menilai strategi tersebut penting untuk memperluas cakupan layanan sekaligus memperdalam penetrasi pasar di berbagai segmen usaha.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
