
Anak usaha PT Pertamina (Persero), Tugu Insurance mencatatkan laba bersih sebesar Rp 265,62 miliar serta total aset senilai Rp 29,69 triliun pada kuartal I tahun 2026. (ANTARA)
JawaPos.com - PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance), anak usaha PT Pertamina (Persero), mencatatkan laba bersih sebesar Rp 265,62 miliar serta total aset senilai Rp 29,69 triliun pada kuartal I tahun 2026.
Direktur Keuangan dan Layanan Korporat Asuransi Tugu Fitri Azwa mengatakan pencapaian tersebut merupakan bukti kemampuan pihaknya untuk tetap fokus menjaga kualitas pertumbuhan bisnis di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan volatilitas harga energi global.
“Disiplin underwriting, penguatan portofolio, serta pengelolaan risiko yang terukur menjadi fondasi penting bagi Tugu Insurance untuk mempertahankan kinerja yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Fitri Azwa dikutip dari Antara, Minggu (10/5).
Sesuai pencatatan menggunakan panduan baru Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 117, ia mengatakan perusahaan membukukan Pendapatan Jasa Asuransi sebesar Rp 2,57 triliun, meningkat 5,96 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy) yang tercatat Rp 2,42 triliun.
Sedangkan Hasil Jasa Asuransi mencapai Rp 461,01 miliar, meningkat 2,18 persen yoy dari Rp 451,16 miliar pada kuartal I 2025.
Pencapaian tersebut didorong oleh pengelolaan portofolio yang selektif pada lini usaha asuransi fire & property, offshore, dan marine cargo, yang juga menjadi salah satu kontributor utama pendapatan perseroan selama ini.
Fitri mengatakan peningkatan juga terjadi pada aspek Pendapatan Operasional Lainnya sebesar 31,25 persen yoy menjadi Rp 156,02 miliar per akhir Maret 2026, yang menunjukkan peran entitas anak dalam memperkuat diversifikasi sumber pendapatan perseroan.
Sementara Pendapatan Investasi Perseroan tercatat sebesar Rp 88,17 miliar pada kuartal I-2026, mencerminkan pengelolaan portofolio yang tetap prudent di tengah dinamika pasar keuangan.
Ia juga menyampaikan bahwa struktur permodalan pun tetap kuat untuk mendukung keberlanjutan bisnis dengan Total Ekuitas senilai Rp 10,17 triliun dan Risk-Based Capital (RBC) berada pada level 420,5 persen.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
